Terlepas dari kritik dari Uni Eropa dan IMF, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk melanjutkan program hilirisasi dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Jokowi juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk menggerakkan sektor industri dan ekonomi nasional, serta untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah internasional.