Pasalnya, pembangunan wisata yang menelan anggaran tidak sedikit jangan hanya menjadi sia-sia dan mubazir jika tidak dipelihara dengan baik.
"Diharapkan wisata puncak Pagerbatu tidak seperti Lembah Pajamben atau lainnya yang kini kurang pemeliharaannya," jelasnya.
Menurutnya, dilibatkannya mahasiswa dalam pengembangan wisata dengan memanfaatkan teknologi digital saat ini bisa membawa kemajuan dan perubahan.
Hal itu salah satu bentuk terhadap pengabdian kepada masyarakat, dari awalnya belum berkembang setelah dilibatkan mahasiswa bisa lebih berkembang dan maju melalui teknologi digital.
Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo SH SIK MM yang tutur hadir menilai merubah mainset masyarakat itu sangat sulit, terlebih dalam mengembangkan potensi wisata.
"Karena proses berfikir masyarakat kita saat ini masih kolot dan belum berfikir maju. Jika ingin maju harus dilakukan bersama-sama dalam mewujudkannya," ucapnya.
Maka dengan kehadiran mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar di tengah-tengah masyarakat bisa membuat grand desain besar dalam mengembangkan potensi wisata yang ada.
Tentu hal itu perlu adanya keinginan dari masyarakat itu sendiri dalam memajukan daerahnya agar lebih maju lagi, demi meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan.
BACA JUGA:WOW, Bojan Hodak Mulai Galak, Tertibkan Pemain Persib yang Membuat Ulah Setelah Kasus Jari Tengah
Kades Batulawang Yosep mengatakan puncak Pagerbatu masih dalam proses pembangunan secara bertahap dan butuh banyak penyempurnaan agar banyak dikunjungi pengunjung.
Sehingga setiap pengunjung yang datang betul-betul bisa nikmati indahnya Kota Banjar dari atas ketinggian.
"Wisata puncak Pagerbatu ini sesuai keinginan masyarakat, dan kita gerakan secara bergotong royong. Mudah-mudahan bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar," ucapnya.