Apalagi Lembaga Itsbat Kementerian Agama, begitu juga ormas-ormas Islam yang berpengaruh di Indonesia, memakai mathla wilayah Indonesia, bukan mathla Makkah. Selama ijtihad kita masih seperti itu, maka ada kemungkinan kadang-kadang kita berpuasa Arafah tidak tepat pada hari wukuf.
”Dengan uraian tersebut, untuk puasa Arafah tahun ini idealnya kita berpuasa pada hari para jamaah haji sedang melakukan wukuf yakni hari Selasa tanggal 27 Juni 2023, bukan pada hari lainnya. Apalagi selisih waktu antara Arab Saudi dan Pulau Jawa hanya sekitar 4 jam,” simpulnya.
Ditambahkannya, kita hormati mereka yang mengikuti penetapan pemerintah (Kementerian Agama) yang akan berpuasa Arafah hari Rabu tanggal 28 Juni 2023. ”Kita tidak salahkan karena ini masalah ijtihad,” tambahnya.
Menurut dia, kapan pun puasa Arafahnya, mudah-mudahan diterima oleh Allah SWT dan dipandang sah secara hukum sehingga menjadi penghapus dosa-dosa.