Sebatang Kara, Hampir Setahun Tak Mandi

Kamis 16-06-2022,16:40 WIB
Editor : midi

Radartasik, BANJAR – Hadiah (76), warga RT 06 RW 03 Dusun Randegan 2 Desa Mekarharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar menghabiskan waktu sebatang kara di rumah lapuknya. Perempuan yang mengalami katarak dan demensia (pikun) itu bahkan hampir satu tahun tak mandi.

Badannya pun penuh kotoran. Kondisi itu diketahui petugas Puskesmas Purwaharja 2. Awalnya, Hadiah diduga depresi dan menderita orang dengan gangguan jiwa (ODJG). Namun dugaan itu keliru setelah Hadiah ditangani petugas puskesmas.

BACA JUGA: Jokowi Jamu Para Ketum Partai, Airlangga Hartarto Bilang Begini...

“Kami memandikan dia (Hadiah, Red) tidak cukup dua jam. Badannya sangat kotor, bau. Karena keterbatasan penglihatan, dia tidak bisa kemana-mana. Di rumahnya tidak ada yang mau mengurus. Hingga BAB dan buang air kecil juga dimana-mana di dalam rumah,” kata Lilis, petugas Puskesmas Purwaharja 2, Rabu (15/6/2022).
Hadiah biasa diberi makan anak tirinya yang rumahnya berdampingan. Namun semenjak anak tirinya jatuh sakit, Hadiah tak terurus.

Ketua relawan ODGJ Bakti Asih Kota Banjar Yeni Astuti mengatakan, ia bersama petugas Puskesmas Purwaharja 2 didampingi Pemerintah Desa Mekarharja dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat menangani Hadiah dari rumah yang ditinggalinya selama enam tahun lebih. “Setelah kami mendapatkan laporan warga, kami langsung berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait dan membujuk keluarganya agar Bu Hadiah bisa kami tangani,” tuturnya.

Setelah melalui proses mediasi, akhirnya keluarganya memberikan izin. “Begitu kami memasuki ruangan (rumah) tersebut, Bu Hadiah terkurung dalam ruangan yang tidak sehat dan tidak layak. Baunya sangat menyengat, karena Bu Hadiah BAB dan BAK di tempat tanpa air, sehingga kotorannya mengering bahkan ditubuhnya,” ucap Yeni.

Berdasarkan keterangan warga, Hadiah memang dikurung tanpa perawatan. “Akhirnya kami rujuk ke RS Banyumas karena beliau mengalami demensia akibat faktor lanjut usia,” paparnya.

Setelah masa pengobatannya selesai, tim relawan menjemput perempuan yang tidak lagi punya sanak saudara tersebut ke RSUD Banyumas. Sayangnya, setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, pihak keluarga tidak mau mengurus dan meminta pemerintah desa untuk membawanya ke Panti Jompo.

BACA JUGA: Waspada! Pasien Covid-19 Naik Lagi, Tercatat Ada 1.242 Orang Terkonfirmasi Positif Hari Ini

“Keluarga tidak mau menerima nenek tersebut dan begitu pula Bu Hadiah tidak mau kembali ke rumah anak tirinya karena takut dikurung lagi,” jelas Yeni.

Kepala Desa Mekarharja Saefuloh mengatakan, sepulang dari RSUD Banyumas, Hadiah ditampung sementara di Puskesmas Purwaharja 2.

“Kami bergantian menjaga Bu Hadiah di Puskesmas agar tidak kemana-mana,” terangnya.
Osep (26), perwakilan keluarga menyampaikan pihak keluarga bukan menolak untuk merawat Hadiah. Pihaknya berencana memasukannya Hadiah di Panti Jompo agar lebih terawat.

“Karena kebetulan ayah mertua saya yang selama ini mengurus beliau jatuh sakit, jadi kami berniat memasukan Nek Hadiah ke Panti Jompo agar kesehatannya lebih diperhatikan dan terawat,” terang Ocep.

Kendati saat ini Hadiah sudah bukan bagian dari keluarganya, pihaknya tetap mengurusnya di rumah sebagai bentuk kepedulian.

“Selama ini kan kami kurung di ruangan khusus agar tidak kemana-mana mengingat beliau sudah tidak bisa melihat dan punya kebiasaan BAK dan BAB dimana saja, khawatirnya nanti malah meresahkan warga sekitar,” jelasnya.

Tags :
Kategori :

Terkait