Ia berterima kasih kapada pemerintah dan semua pihak yang telah membantu kepulangannya ke Kota Banjar.
“Terimakasih kepada ibu wali kota, dan Kadisnaker Kota Banjar. Saya di sana (Malaysia) sudah tidak betah, ingin pulang. Tapi semua dikomen legalitas ditahan pihak agen. Jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Anak sulung Tati, Robi (25), mengaku bahagia melihat ibu kandungnya sudah berada di sisinya lagi. Belasan tahun ia hanya bisa komunikasi melalui telepon dan pesan tertulis. “Bahagia bisa bertemu kembali setelah 14 tahun tidak bertemu,” katanya.
Aktivis Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki berharap pemerintah bisa konsisten membantu memulangkan warga Kota Banjar yang terjebak di luar negeri.
“Jangan sampai warga Kota Banjar yang merantau di luar negeri sulit pulang,” katanya. (cep)