radartasik.com, BANJAR — Sejumlah perwakilan guru yang tergabung dalam Asosiasi Sukwan Perkumpulan Guru Republik Indonesia (AS-PGRI) Kota Banjar beraudiensi dengan Komisi I dan III DPRD, Kamis (27/1/2022).
Ketua AS-PGRI Kota Banjar Iman Poniman mengatakan kedatangannya ke kantor dewan untuk kembali menyampaikan aspirasi dan unek-unek dari rekan-rekan guru honorer Banjar yang tidak lulus tes P3K tahap I dan II.
Iman Poniman mencontohkan, ada seorang guru yang lulus nilai passing grade. Namun karena afirmasi yang diberlakukan, maka guru tersebut dinyatakan tidak lolos karena tersaingi oleh guru lain.
Hal inilah yang menjadi permasalahan di kalangan guru-guru, tidak hanya di Kota Banjar saja tetapi di seluruh Indonesia yang mengikuti tes P3K.
“Makanya kami datang ingin menyampaikan aspirasi guru-guru ke dewan terhormat. Agar bisa menyampaikan ke pusat,” ujarnya.
Pihaknya pun meminta agar tes P3K tahap III tidak dilakukan testing, melainkan mengangkat langsung guru yang sudah memiliki nilai passing grade. Atau regulasi yang ada untuk diperbaharui.
Ketua Komisi I DPRD Kota Banjar Dalijo mengaku siap memperjuangkan hak para guru honorer Banjar yang selama ini sudah banyak jasanya dalam dunia pendidikan di Kota Banjar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar Gun Gun Gunawan menambahkan ada rasa tidak adil yang dirasakan guru honorer. Banyak keluhan terkait regulasi yang tidak memihak mereka.
“Di sini yang jadi kendala itu di regulasi. Misal formasi masih ada, hanya saja kuota di daerah sedikit. Dengan demikian, tidak semua guru saat ikut tes tidak lolos,” tegasnya.
Masukan dari para guru honorer Banjar ditampung dan didiskusikan dengan instansi terkait dan akan ditindak lanjuti ke pusat.
Pihaknya akan melakukan komunikasi dan kunjungan ke Komisi 10 DPR RI agar aspirasi mereka diterima. “Mudah-mudahan pemangku kebijakan yang ada di pusat, mengakomodir guru-guru honorer diangkat jadi PNS P3K,” ujarnya. (Anto Sugiarto / radartasik.com)