radartasik.com, JAKARTA — Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri menjadwalkan pemeriksaan Edy Mulyadi pada hari ini (Jumat, 28 Januari 2022) sekitar pukul 10.00.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan tim penyidik Bareskrim Mabes Polri telah menyerahkan surat panggilan kepada Edy Mulyadi.
”Setelah penyidik menyerahkan surat panggilan langsung kepada yang bersangkutan, dia (Edi Mulyadi) menyatakan siap hadir,” kata dia kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).
Sesuai surat panggilan itu, Edy Mulyadi akan dimintai keterangan sebagai saksi terlapor pada hari ini (Jumat, 28 Januari 2022) pukul 10.00.
”Jadi, sampai saat ini proses penanganan perkara masih berjalan. Tunggu perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” tegas dia.
Sebelumnya, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan mereka sudah memeriksa sejumlah saksi hingga ahli. ”Total sampai hari ini telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 30 orang saksi dan delapan saksi ahli,” sebut dia.
Jenderal bintang satu ini menjelaskan saksi yang diperiksa berasal dari sejumlah wilayah, seperti dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Sebab, Edy Mulyadi dilaporkan di banyak tempat sebelum akhirnya disatukan di Bareskrim Polri.
”Pemeriksaan saksi di Kalimantan Timur sebanyak 10 orang, kemudian di Jawa Tengah dua orang, terakhir di Jakarta tiga orang,” beber dia.
Sebelumnya, beredar potongan video Edy Mulyadi yang sedang mempermasalahkan pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dalam video itu, dia menyinggung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Edy menyebut Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai macan yang jadi mengeong. Kemudian, dia menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai ”tempat jin buang anak” sehingga menjadi aneh apabila ibu kota negara dipindahkan ke wilayah tersebut.
Edy Mulyadi diketahui sebagai salah satu mantan calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Dia dikenal sebagai wartawan senior karena pernah bekerja di Harian Neraca dan terdaftar di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 22 Mei 1995.
Edy juga seorang YouTuber yang memiliki akun YouTube dengan nama BANG EDY CHANNEL. Akun itu dibuat sejak 2015 dan memiliki 215 ribu subscriber serta sudah mengunggah 853 video.
Video terakhir yang diunggah terkait permintaan maafnya karena menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.
Edy pernah menjadi Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan kerap ikut aksi demo di jalanan. Dia juga terlibat dalam aksi damai 212 yang digelar pada 2016 di kawasan Jakarta Pusat.
Kategori :