radartasik.com, BANJAR — Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih merasa kaget setelah mendapat informasi adanya pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar tak masuk kerja gara-gara berurusan dengan pinjaman online (pinjol). Hal itu disampaikannya usai pengukuhan Tim TPKAD di Aula Somahna Bagja Dibuana Setda Kota Banjar, Rabu (8/12/21).
“Ada PNS (di Kota Banjar) yang tidak masuk kerja, karena dikejar-kejar (ditagih) sama pinjol,” kata wali kota kepada wartawan kemarin.
Pendapat lain disampaikan Kepala OJK Tasikmalaya Edi Ganda Permana. Menurutnya, masyarakat harus bijak dan bisa melihat dari sisi positifnya. Tidak sedikit para UMKM juga merasa terbantu dengan pinjaman online namun dengan legalitas resmi.
“Karena kemudahan pinjaman online itu, banyak yang terbantu. Tapi tentu harus ke lembaga yang resmi jangan tidak resmi (ilegal),” tegasnya.
Edi mengaku kewalahan dengan ulah pinjaman online ilegal. Tentu saja, upaya pemberantasan pinjol ilegal ini harus bersama-sama serta melibatkan pemuka agama.
Sementara saat dikonfirmasi terkait itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKPPD) Kota Banjar H Kaswad mengakui ada pegawai yang tidak masuk kerja. “Kalau ada yang enggak masuk, ada. Cuma kalau gara-gara pinjaman online nggak tahu,” ujarnya tadi malam. (nto/cep)