Jangan Kendur di Tengah Jalan! Ini Keistimewaan 10 Hari Kedua Ramadhan yang Sering Terlewat
Keistimewaan 10 hari kedua di bulan Ramadhan. -Istimewa -
RADARTASIK.COM - Banyak orang bersemangat di awal, lalu perlahan mengendur, padahal keutamaan 10 hari kedua ramadhan justru menyimpan peluang emas untuk menghapus dosa dan memperbaiki kualitas ibadah.
Memasuki pertengahan bulan suci, umat Islam sebenarnya sedang berada di fase ampunan bulan ramadhan yang penuh limpahan maghfirah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pada fase ini, setiap doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Sayangnya, realitas di lapangan menunjukkan bahwa jumlah jamaah di masjid sering kali mulai berkurang dibandingkan hari-hari pertama.
Sebagian orang mulai lalai menghadiri salat berjamaah dan tarawih karena kesibukan atau rasa lelah yang menumpuk.
Padahal, pahala ibadah di bulan Ramadhan dilipatgandakan dan tidak sepatutnya disia-siakan begitu saja.
Ramadhan sendiri terbagi menjadi tiga fase utama, yakni rahmat di awal, ampunan di pertengahan, dan pembebasan dari api neraka di akhir.
Artinya, sepuluh hari kedua bukanlah masa biasa, melainkan momentum strategis untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pertengahan Ramadhan adalah waktu turunnya ampunan bagi hamba yang bersungguh-sungguh.
Karena itu, konsistensi ibadah pada masa ini menjadi pembeda antara mereka yang sekadar berpuasa dan mereka yang benar-benar mencari ridha Allah.
Menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga terbenam matahari adalah latihan kesabaran sekaligus bukti syukur atas nikmat kehidupan.
Sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, tujuan puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.
BACA JUGA:Tiga Fase Ramadhan yang Wajib Diketahui Seorang Muslim Agar Lebih Semangat dalam Melaksanakan Ibadah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: