Alhamdulillah! Bansos PKH dan BPNT Cair Mulai 20 Juli 2026
Bansos PKH dan Sembako cair mulai 20 Juli 2026.-Kemensos-
RADARTASIK.COM – Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) cair mulai 20 Juli 2026.
Kepastian itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin 13 Juli 2026.
Penyaluran tersebut mencakup bansos PKH dan BPNT (bantuan sembako) untuk periode triwulan III yakni Juli, Agustus dan September 2026.
Gus Ipul menjelaskan proses penyaluran saat ini memasuki tahap akhir. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) telah diterima Kementerian Sosial.
BACA JUGA: Daftar Nomor Kaus Pemain Baru Persib, Balsa Sekulic Pakai Nomor 99, Gakuto Notsuda Pilih 17
BACA JUGA: Daftar dan Harga Aksesoris Honda Vario Evo 160, Bikin Tampilan Makin Sporty dan Agresif
Selanjutnya dilakukan proses pemutakhiran dan pembersihan data agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Menurutnya, tahapan tersebut diperkirakan selesai dalam beberapa hari. Karena itu, penyaluran bansos ditargetkan mulai berjalan pada 20 Juli 2026.
Ada Penerima Lama, Penerima Baru dan KPM yang Dicoret
Kemensos menjelaskan hasil pemutakhiran data membuat daftar penerima mengalami perubahan. Sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tetap memperoleh bantuan. Sebagian lainnya tidak lagi masuk dalam daftar penerima karena hasil verifikasi terbaru.
Di sisi lain, terdapat masyarakat yang baru ditetapkan sebagai penerima bansos. Seluruh perubahan itu mengacu pada hasil pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala.
Jawa Barat Jadi Provinsi Paling Aktif Perbarui Data
Kemensos memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang aktif memperbarui data penerima bantuan sosial.
Menurut Gus Ipul, data penerima berasal dari pemerintah daerah. Karena itu, daerah dinilai paling memahami kondisi riil masyarakat di wilayahnya.
Tiga provinsi yang tercatat paling aktif melakukan pemutakhiran data ialah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara itu, Kota Bekasi menjadi daerah dengan jumlah pembaruan data terbanyak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: