Peran UMKM Kerajinan Tradisional dalam Menguatkan Ekonomi Daerah
Pengajian batik dan tenun memproduksi karya untuk pasar lokal dan global.-Istimewa -
RADARTASIK.COM - Pengembangan UMKM berbasis budaya lokal menjadi kunci penting dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Di berbagai kampung tenun dan studio batik, seperti dilansir melalui kanal Link UMKM, para pengrajin tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga menjaga identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Peran mereka semakin penting karena mampu menopang ekonomi keluarga sekaligus memperkuat komunitas lokal.
Kisah para pengrajin ini mencerminkan kontribusi nyata sebagai pahlawan ekonomi daerah yang sering tidak terlihat.
Berbagai data menunjukkan bahwa usaha kecil berbasis budaya memiliki fungsi ganda dalam pelestarian dan pemberdayaan ekonomi.
Hal ini menjadikan sektor kerajinan budaya sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia.
Dukungan terhadap sektor ini terus meningkat seiring kesadaran akan pentingnya warisan budaya.
BACA JUGA:LinkUMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana Modern
Salah satu contoh nyata terlihat dari peran batik dalam ekonomi daerah yang sangat signifikan.
Industri batik mampu menyerap sekitar 200.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Selain itu, terdapat lebih dari 5.900 industri kecil dan menengah yang bergerak di sektor ini.
Kota Pekalongan dikenal sebagai pusat produksi batik nasional dengan kontribusi sekitar 70 persen.
Sebagian besar produk batik dari kota tersebut bahkan berhasil menembus pasar ekspor.
Sekitar 20 persen produksi batik Indonesia dipasarkan ke luar negeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: