Seribu Tahun Lalu, Ternyata Begini Cara Umat Islam Merayakan Idul Fitri
Perayaan idul fitri di kota-kota islam jaman dulu.-Istimewa -
RADARTASIK.COM - Jika menengok ke masa lalu, tradisi idul fitri di dunia islam ternyata sudah dirayakan dengan cara yang meriah dan penuh kebersamaan sejak ratusan tahun lalu.
Di berbagai wilayah dunia Islam pada masa lampau, masyarakat menyambut hari kemenangan dengan menyalakan lampu-lampu, menghias jalanan, hingga membagikan makanan gratis kepada masyarakat.
Perayaan tersebut bukan sekadar pesta tahunan, melainkan simbol rasa syukur setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Sejak masa para sahabat Nabi, Idul Fitri telah menjadi hari yang identik dengan kegembiraan, kebersamaan keluarga, serta mempererat hubungan sosial.
Dalam berbagai catatan perayaan idul fitri dalam sejarah islam, malam menjelang hari raya biasanya dipenuhi lantunan takbir yang menggema dari rumah hingga masjid.
Suara takbir yang berkumandang itu menjadi tanda berakhirnya bulan Ramadhan sekaligus dimulainya hari kemenangan bagi umat Islam.
Tradisi ini kemudian menyebar luas dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Muslim di berbagai wilayah.
BACA JUGA:Mudik Lebaran Bawa Anak, Ini Daftar 10 Barang Yang Sebaiknya Dibawa Orang Tua agar Perjalanan Nyaman
Seiring berjalannya waktu, suasana Idul Fitri di kota-kota besar dunia Islam menjadi semakin semarak dan meriah.
Kota-kota seperti Kairo, Damaskus, dan Baghdad pernah dikenal memiliki perayaan malam Idul Fitri yang penuh cahaya dari lampu dan lentera.
Jalanan kota dihiasi berbagai lampu yang membuat suasana malam terasa hangat dan penuh kegembiraan.
Anak-anak berjalan bersama keluarga sambil membawa lampu kecil yang menerangi jalanan kota.
Pada saat yang sama, masyarakat juga saling mengunjungi rumah kerabat dan tetangga untuk saling memaafkan.
Tradisi saling berkunjung inilah yang kemudian menjadi bagian dari tradisi lebaran umat islam dunia yang terus bertahan hingga sekarang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: