Membaca Ramadhan dari Kacamata Sosial yang Menggerakkan Masyarakat

Membaca Ramadhan dari Kacamata Sosial yang Menggerakkan Masyarakat

Kebersamaan umat Islam saat Ramadhan dalam aktivitas sosial.-Istimewa -

RADARTASIK.COM - Pembicaraan mengenai puasa Ramadhan dalam perspektif sosiologi menghadirkan cara pandang segar bahwa ibadah ini bukan hanya urusan spiritual pribadi, melainkan juga energi yang membentuk dinamika sosial secara luas.

Dilansir dari kanal MGMP Sosiologi, banyak orang memulai pemahaman puasa sebatas latihan menahan lapar dan dahaga, padahal terdapat struktur makna kolektif yang bekerja di baliknya.

Pendekatan sosial membantu kita membaca bagaimana ritual keagamaan mampu menciptakan keteraturan, kebersamaan, dan pola interaksi baru.

Ramadhan lalu tampil bukan semata momentum ibadah, tetapi juga ruang transformasi masyarakat yang bergerak serempak menuju nilai kebajikan.

Dari sini, puasa menjadi jembatan antara kesalehan individual dan tanggung jawab komunal. 

BACA JUGA:Mengapa Ramadhan Begitu Istimewa? Ini Penjelasan Keutamaan dan Makna Spiritual yang Perlu Dipahami

Landasan normatif kewajiban berpuasa yang termaktub dalam Al-Qur’an memberi legitimasi kuat bagi terbentuknya budaya sosial yang khas setiap Ramadhan.

Seruan ketakwaan yang terkandung di dalamnya melahirkan disiplin kolektif yang ditaati lintas usia dan latar belakang.

Ketaatan bersama tersebut pada akhirnya membangun identitas sosial yang mempererat perasaan menjadi bagian dari komunitas yang sama.

Di titik ini terlihat jelas bagaimana agama beroperasi sebagai kekuatan pembentuk sistem sosial.

Ritual yang dijalankan berulang dari tahun ke tahun menciptakan kesinambungan tradisi yang diwariskan. 

BACA JUGA:Menu Buka Puasa Ramadhan Yang disukai Anak, Tips Praktis Orang Tua Memilih Takjil Bergizi dan Aman bagi Pencer

Melalui praktik berbagi, tersingkap nyata hikmah sosial ibadah puasa Ramadhan yang menghadirkan kepekaan terhadap penderitaan sesama.

Instrumen seperti zakat fitrah, sedekah, dan berbagai gerakan filantropi mempertemukan kelompok mampu dengan mereka yang membutuhkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait