Potret Ramadhan di Negara Dengan Cuaca Ekstrem, Dari Gurun Membara hingga Negeri Matahari Panjang

Potret Ramadhan di Negara Dengan Cuaca Ekstrem, Dari Gurun Membara hingga Negeri Matahari Panjang

Potret ibadah Ramadhan di tengah perbedaan cuaca ekstrem dunia.-Istimewa -

RADARTASIK.COM - Membayangkan puasa Ramadhan di negara dengan cuaca ekstrem selalu terasa seperti membuka jendela kisah yang tak biasa sekaligus memantik rasa ingin tahu tentang daya tahan manusia dan keteguhan iman.

Ibadah yang di banyak tempat berlangsung dalam ritme lazim, di belahan bumi lain justru berubah menjadi ujian fisik sekaligus spiritual yang menuntut adaptasi luar biasa.

Perbedaan panjang siang, karakter geografis, hingga kebijakan keagamaan setempat membentuk wajah Ramadhan yang beraneka rupa.

Dari gurun Timur Tengah hingga wilayah lingkar Arktik, umat Muslim tetap mencari cara terbaik agar kewajiban berjalan tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan.

Di situlah Ramadhan menjelma bukan sekadar rutinitas, melainkan perjalanan penuh cerita. 

BACA JUGA:Munggahan Jelang Ramadhan 2026? Ini 6 Destinasi Kuliner Bandung yang Murah dan Lezat

Di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab, panas yang menyentuh angka ekstrem menghadirkan pengalaman puasa suhu tinggi yang menguras energi sejak fajar menyingsing.

Aktivitas luar ruang berkurang drastis sementara ruang-ruang berpendingin menjadi penolong agar tubuh tetap mampu menyelesaikan hari.

Ketika azan magrib berkumandang, tradisi berbuka puasa air zamzam dan kurma menjadi momen yang bukan hanya menyegarkan, tetapi juga sarat makna religius.

Malam hari kemudian dihidupkan dengan tarawih yang sering dipusatkan di masjid agar jamaah terhindar dari sisa panas gurun.

Suasana khusyuk berpadu dengan rasa syukur karena satu hari berat kembali tertunaikan. 

BACA JUGA:Jangan Banyak Rebahan Selama Ramadhan, Ini 5 Olahraga Ringan yang Aman dan Nyaman Saat Puasa

Jika panas adalah cerita dari selatan, maka dingin menggigit menjadi bab berbeda yang dituturkan masyarakat Muslim di utara bumi.

Rusia dan Kanada misalnya menghadirkan lanskap putih dengan suhu yang dapat merosot jauh di bawah titik beku ketika musim dingin, yaitu minus 30 derajat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait