Ramadhan di Negeri K-Pop: Jejak Islam, Harmoni Budaya, dan Wajah Toleransi Korea Selatan
Suasana Ramadhan dan kehidupan umat Islam di tengah modernitas Korea Selatan.-Istimewa -
RADARTASIK.COM - Ramadhan di Korea Selatan menghadirkan potret unik tentang bagaimana nilai keislaman tumbuh berdampingan dengan modernitas, budaya populer, dan ritme kehidupan urban yang serba cepat.
Di mata dunia, Korea Selatan kerap dikenal sebagai pusat industri hiburan global, inovasi teknologi mutakhir, serta kota-kota futuristik yang menjadi simbol kemajuan Asia Timur.
Namun di balik gemerlap lampu Seoul dan Busan, terdapat narasi lain yang jarang disorot, yakni perjalanan panjang kehadiran Islam yang telah melintasi waktu dan perubahan sosial.
Narasi ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan melalui interaksi perdagangan, budaya, dan dialog lintas peradaban yang membentuk wajah spiritual Korea hari ini.
Kisah tersebut menjadi cermin bahwa identitas keagamaan dapat tumbuh tanpa harus meniadakan identitas nasional dan budaya lokal.
BACA JUGA:Begini Suasana Ramadan pada Masa Hindia Belanda, dari Dentuman Meriam hingga Puasa di Atas Kapal
Sejak abad ke-9, sejarah Islam di Korea Selatan bermula dari kedatangan para pedagang Muslim yang menjadikan Jalur Sutra sebagai jalur pertukaran ekonomi sekaligus nilai.
Mereka membawa lebih dari sekadar rempah dan sutra, tetapi juga etika dagang, ilmu pengetahuan, serta ajaran Islam yang diperkenalkan secara damai.
Pada masa Dinasti Silla dan Goryeo, jejak keberadaan Muslim tercatat di pusat-pusat pelabuhan yang menjadi simpul pertemuan dunia Timur dan Barat.
Interaksi tersebut menempatkan Islam sebagai bagian dari mosaik sejarah Korea sebelum akhirnya mengalami kemunduran pada era Joseon.
Penetapan Konfusianisme sebagai ideologi negara kala itu membuat agama-agama asing tersingkir dari ruang publik dan memudar dari ingatan kolektif.
BACA JUGA:Hal-Hal Berikut Ini Hanya Dijumpai di Bulan Ramadan, Simak Penjelasannya!
Kebangkitan Islam kembali terlihat pada abad ke-20, ketika dinamika geopolitik membuka ruang baru bagi pertukaran budaya dan keyakinan.
Peran pasukan Turki dalam Perang Korea menjadi titik balik yang memperkenalkan kembali Islam secara lebih luas kepada masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: