Unsil Tasikmalaya Dorong Mahasiswa Baru Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Caranya?

Unsil Tasikmalaya Dorong Mahasiswa Baru Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Caranya?

Entrepreneur muda saat berbagi ilmu dengan mahasiswa baru Ekonomi Pembangunan Unsil Tasikmalaya dalam kelas pembelajaran tentang ilmu ekonomi hingga praktik berwirausaha, Minggu 14 Agustus 2025. ayu sabrina / radar tasikmalaya--

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COMMahasiswa baru Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Siliwangi (Unsil) TASIKMALAYA mendapat bekal khusus melalui program tahunan Ekonomi Berbicara 2025. 

Agenda ini tidak hanya sebatas pengenalan kampus, tetapi juga wadah untuk melatih logika kritis, kepercayaan diri, dan keberanian menawarkan solusi nyata.

Mengusung tema Building Strength Through Smart Solution, program ini menekankan pentingnya membangun pondasi kokoh dalam pengetahuan ekonomi, berpikir analitis, sekaligus mendorong mahasiswa berani berwirausaha. 

Tujuannya, generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, melainkan juga pencipta lapangan kerja baru.

BACA JUGA:Wisata Edukasi Kampung Bersama di Tasikmalaya, Kolaborasi Pesantren dan Warga

Ketua pelaksana, Keisha Alya Azzahra, menuturkan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa mampu menemukan potensi diri. 

“Kami ingin mereka terbiasa menyampaikan gagasan, menguji ide, dan melatih keberanian mengambil keputusan,” ujarnya, Senin 15 September 2025.

Pertemuan perdana berlangsung Minggu 14 September 2025 di Auditorium FEB Unsil, menghadirkan dua narasumber.

Bilqiss Syariifah Al Gibtiyyah SE MM, entrepreneur muda, berbagi pengalaman jatuh bangun membangun usaha sejak kuliah. 

BACA JUGA:Siang Ini SNPMB 2026 Diluncurkan Resmi, Simak Aturan Baru dan Link Live Streaming

Sementara itu, Rizki Maulana Prasetyo, SE AWP, akademisi bidang ekonomi, mengajak mahasiswa menghubungkan teori dengan realitas sosial.

Selain seminar, acara juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) dan sesi peminatan. 

Mahasiswa baru diarahkan memilih jalur akademisi atau entrepreneur sesuai minat. 

FGD menjadi wadah melatih keberanian berpendapat sekaligus keterampilan mendengar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait