Cuaca Buruk Picu 471 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya, 2 Pasien Meninggal Dunia
Ilustrasi pasien DBD di Kota Tasikmalaya sedang mendapatkan perawatan. istimewa for radartasik.com--
TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya meningkat drastis sepanjang tahun 2025.
Hingga pertengahan Juli, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat 471 kasus dengan dua di antaranya meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat, menyebut peningkatan kasus DBD dipicu oleh cuaca buruk dan intensitas hujan yang masih tinggi.
Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menjadi faktor pemicu penyebaran nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.
BACA JUGA:Sekolah Swasta di Kota Tasikmalaya Krisis Siswa, FKKS Minta Dukungan Nyata dari Pemerintah
“Enam pasien saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soekardjo dan rumah sakit swasta lainnya. Kasus ini harus terus diwaspadai,” ujar Uus kepada wartawan, Rabu 16 Juli 2025.
"Sejak Januari hingga Juli tercatat 471 kasus, dan dua orang di antaranya meninggal dunia. Kami terus menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama masyarakat," sambungnya.
Dari data Dinkes, kasus DBD paling banyak menyerang anak usia 6–12 tahun sebanyak 151 kasus, disusul usia 0–5 tahun sebanyak 88 kasus. Sisanya tersebar di kelompok usia 13–18 tahun (64 kasus), usia 19–30 tahun (70 kasus), usia 31–50 tahun (72 kasus), dan usia di atas 50 tahun (26 kasus).
Secara rinci, berikut rincian peningkatan kasus DBD per bulan:
- Januari: 75 kasus.
- Februari: 98 kasus.
- Maret: 74 kasus.
- April: 79 kasus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: