PSG Incar Sejarah, Inter Andalkan Tradisi: Nanti Dini Hari Final Liga Champions 2025

PSG Incar Sejarah, Inter Andalkan Tradisi: Nanti Dini Hari Final Liga Champions 2025

Kolase penyerang PSG Ousmane Dembele dan striker Inter Milan Lautaro Martínez yang akan beradu tajam mencetak gol di Final Liga Champions 2025. istimewa-tangkapan layar ponsel--

RADARTASIK.COM – Final Liga Champions UEFA 2025 menjadi ajang pertarungan dua kutub kekuatan sepak bola Eropa.

Paris Saint-Germain (PSG) yang haus akan gelar perdana, melawan Inter Milan, tim penuh tradisi dengan sejarah panjang di kompetisi ini. 

Laga penentu juara ini akan digelar di Allianz Arena, MUnchen, Jerman, pada Sabtu 31 Mei 2025 malam waktu setempat atau Minggu 1 Juni 2025 pukul 02.00 WIB.

PSG dan Inter datang ke final dengan cerita yang sangat berbeda. PSG membawa semangat baru dan ambisi membara untuk meraih trofi Si Kuping Besar pertama mereka.

BACA JUGA:Rumah BUMN Jadi Jembatan UMKM Lokal Promosikan Sambal Cita Rasa Khas Indonesia ke Mancanegara

Sementara Inter datang dengan reputasi sebagai raksasa lama yang ingin kembali mengukir kejayaan.

PSG: Momen Sejarah yang Dinanti

Paris Saint-Germain tampil sangat meyakinkan musim ini. Di bawah komando Luis Enrique, klub ibu kota Prancis itu sukses meraih treble domestik yaitu Ligue 1, Coupe de France, dan Trophée des Champions. 

Di Liga Champions, mereka menyingkirkan tim-tim kuat seperti Real Sociedad, Barcelona, dan Arsenal. Kekuatan PSG terletak pada keseimbangan antara pengalaman dan talenta muda. 

BACA JUGA:Aturan Jam Malam Pelajar di Kota Tasikmalaya Perlu Solusi Alternatif, Bukan Sekadar Pembatasan

Ousmane Dembele menjadi pemain paling produktif dengan 8 gol dan 4 assist, sementara Warren Zaire-Emery menjadi jantung lini tengah di usia yang masih sangat muda. 

Di lini depan, Bradley Barcola dan Randal Kolo Muani memberikan kecepatan dan ketajaman yang tak terduga.

Luis Enrique sukses membangun tim yang tak hanya agresif dalam menyerang, tapi juga disiplin saat bertahan. 

Dengan komando Marquinhos di lini belakang dan Donnarumma di bawah mistar, PSG tampil sebagai kekuatan yang sulit dibobol.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait