Mitsubishi Xforce HEV Meluncur di Thailand, Ini Alasan dan Keunggulan Teknologinya

Mitsubishi Xforce HEV Meluncur di Thailand, Ini Alasan dan Keunggulan Teknologinya

Simak ulasan mendalam Mitsubishi Xforce HEV yang resmi meluncur di Thailand, membahas teknologi hybrid mutakhir.-Istimewa-

RADARTASIK.COM - Peluncuran Mitsubishi Xforce HEV pertama kali dilakukan di Thailand pada Maret 2025. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan.

Mitsubishi melihat Thailand sebagai pasar yang lebih siap menerima kendaraan elektrifikasi, khususnya model hybrid, dibandingkan Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen di Negeri Gajah Putih menunjukkan minat tinggi terhadap mobil ramah lingkungan.

Tingkat pemahaman terhadap teknologi hybrid sudah cukup matang, sehingga penetrasi pasar kendaraan elektrifikasi berkembang pesat.

BACA JUGA:Resmi dan Terpercaya, Ini 4 Cara Melamar Kerja di PT Pegadaian, Lengkap dengan Syaratnya!

Dukungan pemerintah melalui berbagai insentif pajak dan kebijakan khusus juga membuat harga mobil hybrid di Thailand relatif kompetitif.

Selain faktor pasar, Thailand memiliki peran strategis dalam jaringan produksi Mitsubishi di Asia Tenggara. Negara tersebut menjadi salah satu basis manufaktur dan pusat distribusi utama selain Indonesia.

Dengan infrastruktur industri yang sudah mapan, peluncuran Xforce HEV di sana menjadi langkah yang logis dari sisi bisnis dan operasional.

Sistem Hybrid Lebih Modern

Secara teknis, Xforce HEV mengusung jantung pacu yang serupa dengan Mitsubishi Xpander HEV. Posisi baterai pun ditempatkan di bawah jok depan, sehingga tidak mengorbankan ruang kabin maupun kapasitas bagasi.

Namun, ada pembaruan signifikan pada sistem hybridnya. Xforce HEV dibekali perangkat transaxle tambahan yang memungkinkan distribusi torsi ke roda menjadi lebih optimal.

BACA JUGA:Cara Dapatkan Tiket DAMRI Diskon 20 Persen Agar Mudik Lebaran 2026 Hemat? Cek Rute dan Syaratnya!

Teknologi ini sangat membantu ketika kendaraan melintasi permukaan jalan yang tidak rata atau berkarakter non-aspal.

Menariknya lagi, terdapat mekanisme yang mampu memutus kerja motor listrik dari poros penggerak saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait