Minimalkan Skorsing Pemain di Fase Krusial, FIFA Ubah Aturan Kartu Kuning di Piala Dunia 2026

Minimalkan Skorsing Pemain di Fase Krusial, FIFA Ubah Aturan Kartu Kuning di Piala Dunia 2026

FIFA mengubah aturan kartu kuning di Piala Dunia 2026.-Instagram@FIFAworldcup-

RADARTASIK.COMFIFA resmi mengubah aturan kartu kuning untuk ajang Piala Dunia FIFA 2026 di Benua Amerika mulai Juni mendatang.

Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi potensi absennya pemain akibat akumulasi kartu, khususnya pada fase-fase krusial.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian terhadap format baru turnamen yang akan melibatkan lebih banyak tim dan pertandingan.

Dalam regulasi terbaru, akumulasi kartu kuning akan dihapus sebanyak dua kali selama turnamen.

 

Penghapusan pertama dilakukan setelah fase grup, sedangkan yang kedua diterapkan usai babak perempat final.

Dengan sistem ini, pemain yang menerima satu kartu kuning di fase grup akan memulai babak gugur dengan catatan bersih.

Hal serupa juga berlaku bagi tim yang melaju ke semifinal karena akumulasi kartu dari babak sebelumnya tidak lagi dihitung. Sebelumnya, aturan hanya menghapus kartu kuning setelah perempat final.

Akibatnya, pemain berisiko absen jika mengoleksi dua kartu kuning di pertandingan berbeda sebelum fase tersebut.

 

FIFA menjelaskan perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan format kompetisi yang diperluas.

Dewan FIFA menilai aturan baru diperlukan agar sistem disiplin tetap adil dan tidak merugikan tim dalam pertandingan penting.

Penyesuaian Seiring Format 48 Tim

Mulai edisi 2026, Piala Dunia akan diikuti oleh 48 tim. Format ini juga menghadirkan tambahan babak gugur 32 besar.

Jumlah pertandingan yang meningkat membuat risiko akumulasi kartu menjadi lebih tinggi. Karena itu, aturan baru diterapkan agar lebih banyak pemain inti dapat tampil di fase penentuan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait