Kisah Istana Alhambra dan Thariq bin Ziyad Panglima Perang Penakluk Spanyol

Kisah Istana Alhambra dan Thariq bin Ziyad Panglima Perang Penakluk Spanyol

Istana Alhambra di Granada Spanyol saksi kejayaan Islam selama 800 tahun di Eropa.-pixa bay-

Yaitu Tarif bin Malik,Mughyet ar-Rumi seorang mualaf berkebangsaan Romawi, Abdul Malik al-Moafir, dan Kaula al-Yahudi.

Rencana awalnya Thariq ingin mendaratkan pasukannya di Algeciras. Ternyata kota itu dijaga kuat oleh pasukan Visigoth. 

Dipilihkan Calpe, arah timur Algeciras untuk pendaratan pasukan. Di kemudian hari nama Calpe diubah jadi Jabal Al-Fatah (Gunung Kemenangan).

Tetapi Calpe akhirnya lebih dikenal dengan nama Jabal Tariq atau Gibraltar.

Begitu mendarat ada kisah sangat melegenda yang menjadi pemantik semangat perang pasukan Thariq bin Ziyad.

Thariq memerintahkan semua kapal dibakar. Dia kumpulkan pasukannya bahwa peperangan ini hanya dua pilihan: menang atau mati syahid.

Sebab sudah ada tempat berlari. Di depan musuh dan di belakang lautan.

Pasukan muslim bukannya ciut malah semangat perangnya meningkat.

Kisah pembakaran kapal ini juga menjadi cerita yang turun-temurun dikisahkan orang-orang Eropa tentang Perang Sidonia atau mereka sebut Perang Lembah Barbath.

Akhirnya mereka berhasil memenangkan pertempuran dan menaklukan Andalusia.

Kota pertama yang ditaklukan saat itu adalah Cartagena dekat Gilbraltar.

Pemimpin perang ke kota itu yang dikirim Thariq adalah Abdul Malik al-Moafir.

Penaklukan berikutnya Algeciras yang kemudian diawasi oleh Abdul Malik al-Moafir sedangkan Thariq meneruskan pertempuran untuk menaklukan kota lainnya.

Kota-kota yang ditaklukan itu Visigoth,Guadalete,Sidonia,Moron,Alcala,Guardaira,Guadalajara,Ecija, hingga Kordoba.

Penaklukan Kordoba Thariq bin Ziyad mengirim Mughyet ar-Rumi dengan 700 pasukan kuda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: