Soal Pembebasan Lahan Tol Getaci, Simak Dulu Pesan Penting dari Pak Uu

Soal Pembebasan Lahan Tol Getaci, Simak Dulu Pesan Penting dari Pak Uu

Soal pembebasan lahan Tol Getaci, simak dulu pesan penting dari Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.-Istimewa-

TASIK, RADARTASIK.COM – Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkap info terbaru Tol Getaci (Gedebage-Tasik-Cilacap).

Orang nomor satu di Jabar tersebut menyatakan pembangunan Tol Getaci masih proses pembebasan lahan.

”Masih pembebasan lahan, kang. Masih pembebasan lahan. Agak panjang,” jawab gubernur kepada wartawan akhir pekan lalu.

Terkait dengan pembebasan lahan Tol Getaci, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum pernah menyampai pesan penting bagi masyarakat.

BACA JUGA: Pemutihan Pajak Kendaraan Hadir di 2 Daerah, Cek di Sini Agar Kendaraan Tidak Kena Blokir

Wagub yang akrab disapa Pak Uu ini berharap Tol Getaci tidak seperti kejadian Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) sama Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan).

”Maka pengertian dari masyarakat yang diharapkan termasuk sosialisasi yang lebih awal dan lebih jelas pada masyarakat masalah teknis tentang pembebasan tanah,” katanya seperti dikutip radartasik.com dari laman jabarprovgoid.

Pak Uu mengimbau masyarakat yang terkena dampak untuk melepaskan lahannya dengan harga wajar demi sukses proyek nasional. ”Karena harga yang sudah ditentukan kami punya payung hukumnya,” kata dia. 

Dia mengatakan jangan sampai tanah 1 hektare asalnya milik 20 orang karena teu kuat hoyong artos tipayun kemudian dijual kepada makelar tinggal milik satu orang.

BACA JUGA: Tol Getaci Punya 9 Simpang Susun, Ini Manfaat Interchange

”Satu orang tersebut orang yang bonafide, banyak duitnya, dan kadang yang seperti ini sulit akhirnya lahan sulit dibebaskan oleh kami,” katanya.

Jadi, ia minta kepada masyarakat Tasik, Garut, Bandung untuk tidak menjual tanah ke makelar sebelum ada transaksi dengan kami supaya tidak berabe di saat yang akan datang.

Pak Uu menegaskan masyarakat yang dapat ganti untung agar memanfaatkan uangnya untuk kepentingan produktif dan jangan dihabiskan untuk foya-foya bak orang kaya baru.

Pejabat asal Kabupaten Tasikmalaya ini menyarankan agar uangnya dipakai beli tanah lagi untuk investasi atau usaha jika sudah mantap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: jabarprovgoid