Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan Melebihi Peristiwa Tragis Liverpool vs Juventus, Pertandingan Liga 1 Ditunda

Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan Melebihi Peristiwa Tragis Liverpool vs Juventus, Pertandingan Liga 1 Ditunda

Kondisi Stadion Kanjuruan, Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022.-Tangkapan Layar/Twitter/@@SonyFirmanAli3-Disway.id-

JAKARTA, RADARTASIK.COMTragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022, melebihi peristiwa tragis Liverpool vs Juventus.

Dalam tragedi malam tadi WIB, sebanyak 127 orang meninggal dunia. Tragedi ini akan tercatat dalam sejarah kelam sepak bola Indonesia bahkan dunia.

Sedangkan tragedi Heysel sendiri terjadi pada tanggal 29 Mei 1985. Puluhan orang dilaporkan meninggal dunia saat pertandingan antara Liverpool dan Juventus itu.

Merespons tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengungkapkan adanya korban jiwa buntut dari insiden kerusuhan pascalaga antara Arema dan Persebaya Surabaya.

BACA JUGA: Tragedi Sepak Bola, 127 Orang Meninggal Dunia dalam Kerusuhan Suporter Arema

Melalui rilis resmi mereka, Minggu 2 Oktober 2022  dini hari WIB, PSSI meminta maaf dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan pihak yang terkait, serta berjanji akan melakukan investigasi mendalam.

”PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan,” ungkap Iriawan dalam pernyataan yang diterima awak media.

”Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” terangnya. 

Kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan setelah Arema menelan kekalahan 3-2 dari Persebaya dalam laga bertajuk Derbi Jatim tersebut.

BACA JUGA: Telinga Anda Seperti Mendengar Suara Jangkrik ? Bisa Jadi Pertanda Penyakit Tinnitus

Terlihat banyak suporter menerobos masuk lapangan dan polisi yang bertugas menembakkan gas air mata.

Imbasnya tak cuma mengenai yang di lapangan, tapi juga para penonton di tribune yang mencakup anak-anak dan kaum hawa.

Penonton berdesakan mencari jalan keluar dari stadion, sehingga beberapa terinjak-injak dan sesak napas, menimbulkan adanya korban jiwa.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai angka pastinya berapa korban yang meninggal dunia mau pun terluka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id