Isi Surat dan Terjemahan Sultan Sepuh Cirebon ke-VII kepada Sir Thomas Stamford Raffles pada Tahun 1812

Isi Surat dan Terjemahan Sultan Sepuh Cirebon ke-VII kepada Sir Thomas Stamford Raffles pada Tahun 1812

Isi Surat Sultan Sepuh Cirebon VII kepada Sir Thomas Stamfors Raffles pada 8 April Tahun 1812. -Jaringan Santri-Radarcirebon.com--

CIREBON, RADARTASIK.COM— Pada 8 April Tahun 1812 Sultan Sepuh Cirebon ke-VII menulis surat kepada Letnan Gubernur Hindia Belanda Sir Thomas Stamford Raffles.

Sejak saat itu, kekuasaan sultan di pemerintahan dan politik diambil alih oleh Sir Thomas Stamford Raffles yang berkebangsaan Inggris. 

Dalam surat Sultan Sepuh Cirebon kepada Raffles pula berterima kasih atas diberikan uang pensiun sebesar 4.000 Rijkdaalderper per tahun. 

Uang pensiun sebesar 4.000 Rijkdaalderper per tahun itu disebut dapat menghidupi anak dan istri dengan layak.

Soal kepasrahan Sultan Cirebon kepada Thomas Raffles itu, tidak lepas dari kekejaman Pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda, Herman Willem Daendels yang memerintah dengan tangan besi.

Waktu itu, ketiga Sultan Cirebon diberikan pembagian wilayah, jumlah penduduk hingga lahan pertanian garapan. Para sultan harus menyetor upeti kepada VOC.

Sementara masyarakat juga dikenai berbagai jenis pajak. Akan ada yang harus dibayarkan per kepala. Kezaliman juga ditunjukkan Daendels dengan menerapkan pajak kepada setiap transaksi di pasar maupun pertanian.

Karena masa yang lalim di bawah kepemimpinan Daendels, karena itu wajar ketika Sultan Cirebon lega dengan Raffles yang akan merebut Pulau Jawa dari Belanda.

Berikut adalah Surat Sultan Sepuh VII kepada Letnan Gubernur Hindia Belanda, Sir Thomas Stamford Raffles yang dibahas pada penelitian Hazmirullah, Titin Nurhayati Ma’mun, Undang A Darsa yang berjudul Surat Pengunduran Diri Sultan Sepuh VII Cirebon: Suatu Kajian Filologis.

“Punika serat saking Sultan Carbon Wedhrahingkangsarta sadhayaning hurmat, ingkangmuga konjuking padha dhalem tuwaningkang agěng Thomas Stamford Raffles...

sampeyan sampun apeparing ing langkunging arta ingkang dhadhos balanja kaula serta sasemah pecil kaula, ing mangke arta kahidhupan kaula, wonten kawan nambang reyal selaka ing saban-saban tahun.

Ingkang punika, awit dening saking sih, sampeyan menggahing jasadh kaula boten wagedh amicanten malih. Dhening punika, dhadhos agunging pamuji trima kasih kaula, milahpanuhun kaula dhumatěng salenggah sampeyan. 

Muga apracanten menggahing atur trima kasih kaula pon medhal saking manah kaula ingkang leres sarta baresih.

Ingkang punika tan wandos kendeling salami-lamine kaula gesang. Saking dhening kang agung kahidhupan kaula wau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radarcirebon.com