Menakar Kompetensi Guru di Tasikmalaya Lewat Lomba

Menakar Kompetensi Guru di Tasikmalaya Lewat Lomba

TASIK - Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya meminta para guru kreatif dalam mengemas pembelajaran. Materi dibuat efektif, menarik dan interaktif. 

Tujuannya agar siswa mendapatkan variasi pembelajaran dari rumah sehingga tidak jenuh.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 guru harus kreatif dan inovatif, sehingga terus menunjukkan kepiawaian dalam menyampaikan gagasan dan ide terkait wawasan kependidikan. Guru juga harus memiliki kemampuan dalam menakar kompetensinya dengan mengikuti lomba-lomba.

”Guru di era pandemi Covid-19 ini harus mengembangkan dan mengikuti ajang-ajang kompetisi yang berhubungan dengan profesinya,” katanya kepada Radar, Rabu (3/3/2021).

Dengan ikut kompetisi, kata ia, guru ditantang untuk mampu menunjukkan integrasi penguatan karakter, literasi dalam pembelajaran, pencapaian dan sajian pembelajaran. Guru pun dituntut memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pembelajaran Abad 21. “Ketika guru mengikuti lomba, mutunya meningkat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi beberapa guru yang mau aktif mengikuti kompetisi. Terbaru, guru sejarah SMK As-Saabiq Singaparna Chepi Muharam SPd yang mengikuti lomba video story telling Hello Hero Challenge (H2C) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Teknologi informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) pada 2-20 November 2020.

“Ternyata guru-guru kita bisa bersaing dengan guru kota/kabupaten lainnya. Terbukti mereka bisa mendapat juara 1,” katanya.

Ia mengatakan, guru yang sering mengikuti kompetisi bisa mengupayakan perbaikan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Guru yang mengikuti lomba ini bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang ada di Google atau media sosial sebagai media pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, motivasi Guru Sejarah SMK As-Saabiq Singaparna Chepi Muharam SPd mengikuti lomba video story telling Hello Hero Challenge (H2C) itu untuk menguji kemampuannya di bidang sejarah.

“Saya membuat video story telling dengan judul Bung Tomo: Pengobar Semangat Bergelora Menyebar Bak Virus di Udara berdurasi hampir 5 menit,” ujarnya.

Video tersebut sudah dibagikan di media sosial YouTube dan Instagram. Hasilnya pun memuaskan, ia bisa mendapatkan juara pertama dalam kategori lomba video story telling.

“Inti pesan video tersebut kita harus meniru semangat Bung Tomo. Terlebih kondisi pandemi ini serba kesulitan, mari saling memberikan semangat dan berkolaborasi,” katanya. (riz)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: