Sukseskan PEN, Bea Cukai Tasikmalaya Dorong Ekspor

Sukseskan PEN, Bea Cukai Tasikmalaya Dorong Ekspor

TASIK - Salah satu rangkaian kebijakan keuangan negara yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 adalah program pemulihan ekonomi nasional (PEN). 

Untuk mendukung program tersebut, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya terus berupaya mendorong ekspor produk Industri Kecil Menengah (IKM).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi mengatakan, Bea Cukai mendukung penuh para IKM untuk meningkatkan potensinya agar bisa melakukan ekspor, banyak fasilitas yang tersedia, antara lain bimbingan dan KITE IKM (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) Industri Kecil Menengah.

“Ini merupakan wujud komitmen Bea Cukai untuk senantiasa mendorong kegiatan ekspor dalam rangka upaya pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi,” ujarnya kepada Radar, Selasa (23/2/2021).

Indri menilai, produk lokal Priangan Timur ini sangat potensial untuk merambah pasar ekspor. Namun belum banyak pengusaha yang berani untuk melakukan ekspor mandiri.

Maka, dalam upaya menggali potensi ekspor dari daerah, Bea Cukai gencar melakukan asistensi ekspor kepada para pengusaha IKM lewat asosiasinya.

“Kami berusaha memberikan solusi, memetakan permasalahan yang ada di IKM. Jadi selama ini salah ada kendala yang harus dipecahkan yang kaitannya dengan instansi lain,” ujarnya.

Ke depan, sambungnya, Bea Cukai akan mendekati pemangku kepentingan yang lain dan membentuk Klinik Ekspor di lingkup Priangan Timur. “Harapannya, kendala bisa dipecahkan sehingga potensi ekspor tergali,” ujarnya.

Program Klinik Ekspor ini akan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Perizinan, Badan POM, BI, Kadin dan lain-lain. “Tujuannya menyamakan persepsi, menjembatani IKM dalam hal ekspor,” katanya.

Di tingkat kantor wilayah (Kanwil), sambungnya, mendorong Bandara Kertajati jadi pintu ekspor IKM di Jawa Barat. Ada tarif khusus untuk para eksportir di Jawa Barat sehingga bisa menghidupkan geliat ekspor produk Jawa Barat.

“Jadi keberangkatan ekspor dari Bandara Kertajati lebih murah. Ini akan memberikan stimulus yang positif bagi perekonomian Jabar,” katanya.  

Sementara itu Indri menambahkan, di 2021 ini Bea Cukai akan memperluas pemberian fasilitas KITE IKM dan Kawasan Berikat (KB) dengan mendekati perusahaan eksportir dan IKM.

Lanjutnya, di 2020 ada 7 KB di wilayah kerja KPPBC Tasikmalaya. Ditargetkan 2021 KB menjadi Kawasan Berikat Mandiri (KBM) semuanya. Sehingga segala prosedur dijalankan sendiri dan Bea Cukai hanya mengawasi. “Mengenai KITE IKM, saat ini ada 6 IKM yang menerima fasilitas tersebut,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ada economic impact dari 7 KB dan 6 penerima KITE IKM ini, yakni mampu menyerap tenaga kerja 16.500 orang dengan total investasi Rp 2,6 triliun. “Realisasi ekspornya Rp 380,65 miliar,” katanya.

Ia menambahkan, di 2020 Bea Cukai Tasikmalaya menorehkan kinerja gemilang, dari target 2020 sekitar Rp 12,6 miliar realisasinya Rp 28,43 miliar atau 225,3 persen dari target.

“Di 2021 target penerimaan sekitar Rp 15 miliar. Per 22 Februari sudah dicapai 7,25 miliar. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Bea Cukai Tasikmalaya juga menerima Anugerah Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2020 dari KemenPANRB. Pihaknya juga mendapat peringkat ke-2 satuan kerja berkinerja terbaik tahun anggaran 2020 tingkat Priangan Timur. (na)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: