Lagi Tidur Dikepung TNI & Polri, Ustad Ujang Bustomi: Waduh Ga Bisa Kabur..

Lagi Tidur Dikepung TNI & Polri, Ustad Ujang Bustomi: Waduh Ga Bisa Kabur..

CIREBON - Baru saja terbangun dari tidurnya, Ustad Ujang Bustomi sudah dikepung rombongan TNI, Polri dan dinas kesehatan ke diamannya. 

Beberapa orang diantaranya yang menggunakan APD dengan sigdap langsung mencecar Ustad Ujang Bustomi dengan belasan pertanyaan.

Padahal, wajah Ustad Ujang yang kini memiliki 5,14 juta subscriber tersebut masih terlihat mengantuk.

Ia duduk sambil mendengarkan perwakilan rombongan yang datang ke Padepokan Anti Galau.

Kali ini Ustad Ujang Bustomi harus menjalani vaksinasi dosis kedua. Mestinya, Ustad Ujang diberikan dosis tahap kedua pada minggu lalu, namun karena saat itu kondisinya tidak fit maka proses pemberiannya diundur dan baru dilaksanakan Senin (22/02/21).

“Waduh dikepung nih, gak bisa kabur lagi,” gurau Ustad Ujang.

Suasana pun cair seketika pertanyaan-pertanyaan pada tahap skrining diberikan oleh petugas. 

Ustad pun dengan khasnya menjawab semua pertanyaan petugas sambil diselingi humor dan guyonan.

“Saya penyakit bawaan tidak ada, tapi kalau yang dirasakan sih setiap bangun tidur pasti tegang,” ujar Ustad yang langsung disambut tawa seluruh petugas yang hadir.

Pada vaksinasi kali ini, Ustad Ujang lebih santai, ia tidak sampai harus dipegang beberapa orang seperti pada vaksinasi dosis pertama. 

Kali ini Ustad Ujang terlihat lebih rileks, tenang dan beberapa kali sempat bergurau dengan petugas kesehatan.

“Saya biasa nyuntik sekarang disuntik, setelah ini ada suntik lagi gak nih,” tambah Ustad Ujang.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Cirebon Hj Eni Suhaeni SKM MKes kepada Radar mengatakan vaksinasi dosis kedua Ustad Ujang agak terlambat dari jadwal sebelumnya karena pada saat skrining dosis kedua minggu lalu kondisi kesehatannya kurang fit.

“Akhirnya diundur, dan baru bisa dilaksanakan sekarang setelah lulus skrining dan lolos pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.

Diterangkan Kadinkes, vaksinasi untuk masyarakat umum akan mulai dilakukan pada Maret 2021. 

Itu pun akan dilakukan secara bertahap dimulai dari sektor pelayanan publik terlebih dahulu.

“Nanti bertahap mulai dilakukan mulai Maret 2021. Kalau kebutuhannya 1,5 juta vaksin. Nanti datangnya bertahap,” paparnya. (radarcirebon)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: