BPKAD Kota Tasikmalaya Luncurkan BISMA, Permudah Pengelolaan Barang Milik Daerah

BPKAD Kota Tasikmalaya Luncurkan BISMA, Permudah Pengelolaan Barang Milik Daerah

Pengurus barang pengguna Pemkot Tasikmalaya saat menggunakan aplikasi BISMA, Rabu (23/06/22). (rezza rizaldi / radartasik.disway.id)--

Radartasik, KOTA TASIK – Barang Milik Daerah (BMD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya cukup banyak. Khusunya yang termasuk peralatan dan mesin mulai dari kursi, meja, alat elektronik, kendaraan dan aset tetap lainnya seperti alat kesenian tradisional, alat kesenian modern dan buku.

Guna mempermudah inventarisasi BMD ini, Tim Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya menghadirkan inovasi teknologi terbaru.

Pengurus barang pengguna yang tersebar di seluruh SKPD termasuk di dalamnya kecamatan se-Kota Tasikmalaya dapat dengan mudah ketika melakukan inventarisasi BMD dalam penggunaan SKPD-nya.

Mereka, cukup menggunakan inovasi dari Tim Aset BPKAD ini yang telah meluncurkan BMD Barcode Information System Mobile Apps (BISMA) yang berbasis web dan android. Aplikasi ini telah diluncurkan BPKAD dan dapat diunduh di playstore.

Jadi pengurus barang pengguna menggunakan ponsel android mereka dengan cara menscan barcode yang terpasang pada stiker masing-masing BMD. Maka, data BMD tersebut langsung diketahui dalam hitungan detik.

"Aplikasi BISMA ini mulai kita luncurkan tahun 2021 ke rekan-rekan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkaitan dengan pengelolaan BMD," ujar Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya, Asep Gofarullah, Rabu (22/06/22).

"Kaitan dengan aplikasi ini utamanya mempermudah para pengurus barang pengguna dalam rangka identifikasi BMD. Sehingga, proses pelaksanaan pengelolaan yang tadinya dilakukan manual, stiker label yang ditempel di BMD, sekarang menggunakan barcode," sambungnya.

Terang dia, pihaknya meluncurkan aplikasi BISMA ini agar digunakan secara elektronik sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 19 Tahun 2016 bahwa pengelolaan BMD betul-betul harus dilakukan pengelolaan sebaik mungkin dan seoptimal mungkin.

"Sehingga proses administrasi dan implementasinya lebih efisien dan efektif. Terutama berkaitan dengan keamanan BMD itu sendiri. Walaupun sampai saat ini sudah baik hanya belum optimal," terangnya.

Asep mengibaratkan jika sebelumnya melakukan inventarisasi BMD membutuhkan waktu beberapa jam, dengan BISMA mungkin beberapa menit saja sudah selesai.

"Karena dengan aplikasi tersebut kita bisa menemukan dengan cepat barangnya di mana, nomornya berapa, dan sebagainya tinggal pencet aplikasi tersebut," bebernya.

Sehingga kaitan pertanggungjawaban, kecepatan, kemudahan dan akuntabilitasnya, tambah dia, dengan menggunakan aplikasi ini dapat dipercaya. Berbeda lagi kalau masih manual harus cari-cari dulu bukunya di mana, nomornya berapa dan data pendukung lainnya. 

"Kalau sekarang kan pakai barcode lebih cepat dan mudah. Alhamdulillah berkat rekan-rekan di Bidang Aset kita dapat menggunakan inovasi baru berkaitan dengan pengelolaan BMD ini. Terima kasih telah mengeluarkan inovasi baru ini," tambahnya.

Dengan inovasi ini diharapkan dia pengurus barang pengguna bisa dengan mudah melakukan pengelolaan BMD baik dari sisi pengadministrasinya maupun dari sisi pertanggungjawabannya.

Sumber: