KIB Jelang Pemilu 2024, Peneliti CSIS Bilang Begini..

KIB Jelang Pemilu 2024, Peneliti CSIS Bilang Begini..

radartasik.com - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai, keberadaan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) strategis dan dibutuhkan untuk dinamika politik nasional jelang Pemilu 2024

Peneliti CSIS, Arya Fernandes menuturkan, langkah KIB yang diinisiasi Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN, dan Ketum PPP sangat menarik, sehingga bisa merebut perhatian publik setelah DPR mengumumkan tahapan pemilu 2024.

Arya menyebut manuver yang dilakukan ketiga partai untuk membentuk KIB sejak dini, berpotensi diikuti partai lainnya.

BACA JUGA:bank bjb Kolaborasi dengan 15 Pengembang, Optimis Penyaluran KPR Lebih Baik

Menurutnya, munculnya KIB akan membuat perubahan tren perilaku partai dalam berkoalisi.

Ia memprediksi, pascakeberadaan KIB, partai-partai lain akan menggabungkan diri dalam koalisi.

CSIS mencermati ada sejumlah dampak pembentukan KIB yang merupakan koalisi strategis.

BACA JUGA:Yuk Kenali Sindrom Ramsay Hunt yang Membuat Syaraf Wajah Penyanyi Justin Bieber Lumpuh Sebagian

Pertama, KIB sudah memenuhi persyaratan dukungan 20 persen pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden. 

Gabungan suara tiga partai tersebut mencapai 25,7 persen.

Kedua, di dalam KIB, Golkar, PAN, dan PPP memiliki banyak waktu untuk mendiskusikan platform kebijakan yang ingin dibawa pada kontestasi pemilu.

BACA JUGA:Perluas Konsep Community Banking, BRI Luncurkan BRIWORK Ketiga di Universitas Jember

"Waktu yang cukup lama untuk mengelaborasi kepentingan politik masing-masing partai dan memiliki potensi untuk menciptakan koalisi permanen yang berlandaskan pada ide dan gagasan, setidaknya menuju momen pemilihan,” tutur Arya dalam keterangan, Jumat (10/6/2022).

CSIS memprediksi Pilpres dan Pileg pada 14 Februari 2024 akan berlangsung kompetitif dan ketat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: