Israel Semakin Biadab, Kaum Muslim Diserang di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Total 170 Terluka

Israel Semakin Biadab, Kaum Muslim Diserang di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Total 170 Terluka

Radartasik.com, Penyerangan yang dilakukan zionis Israel kepada kaum muslim di Palestina terus terjadi di Palestina.


Dalam satu minggu terakhir, telah terjadi dua kali kaum muslim diserang oleh Isreal di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Total korban dari dua kali penyerangan kepada kaum muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa itu mencapai 170 orang.

Penyerangan Israel kedua kepada kaum muslim Palestina berselang dua hari serangan sebelumnya. 

Pasukan Israel terus melakukan serangan lanjutan kepada warga Palestina di dalam dan sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Minggu 17 April 2022.

Pada serangan kali ini lebih dari 20 warga Palestina terluka. Mayoritas dari mereka terluka karena ditembak oleh peluru baja yang berlapis karet. 

Dilansir Disway.id dari  laman resmi ACT, serangan terbaru ini pun membuat membuat jumlah korban luka sejak Jumat, 15 April 2022 lalu menjadi sekitar dari 170 orang.

Selain itu, dalam serangan tersebut pasukan Israel juga menangkap sedikitnya 18 warga Palestina

Serangan di Masjid Al-Aqsa ini juga bersamaan dengan meningkatnya kekerasan mematikan di Tepi Barat, di mana beberapa warga Palestina syahid usai ditembak pasukan Israel.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network ACT menjelaskan, ketegangan di Al-Aqsa disebabkan Israel yang tengah merayakan Passover selama 8 hari, yakni dari tanggal 15 hingga 23 April 2022. 

Dalam perayaan ini, pasukan Israel dan ratusan pemukim memaksa masuk ke Al-Aqsa untuk melakukan ritual sembelih hewan.

"Ini tentunya merupakan bentuk penghinaan terhadap Masjid Al-Aqsa yang merupakan salah satu tempat tersuci bagi umat muslim dunia, sekaligus bentuk provokasi terhadap warga Palestina,” ujar Firdaus.

“Oleh karena itu, warga Palestina berusaha tetap berkumpul melakukan itikaf di Masjid Al-Aqsa. Sebab, jika terus ada aktivitas muslim di Al-Aqsa, maka Israel akan kesulitan melakukan rencananya," tambahnya.

Firdaus juga menjelaskan bahwa Israel telah melakukan sejumlah pembatasan dan menutup jalan utama dari Tepi Barat ke Kota Tua di Yerusalem. 

Hal ini dilakukan untuk mencegah datangnya lebih banyak warga Palestina untuk berkumpul dan beribadah di Al-Aqsa.

Sementara itu, dilansir dari laman Arabnews, ada sekitar 228 pemukim Israel yang menerobos Al-Aqsa pada Ahad kemarin. 

Pasukan tersebut juga sebelumnya telah mengusir sekitar 500 warga Palestina yang tengah berkumpul di dalam Al-Aqsa.

Sejumlah pejabat Palestina pun mendesak Israel untuk menghentikan semua tindakan ilegal dan provokatif yang menjadi penyebab gelombang serangan beberapa hari terakhir. 

Pihak Palestina juga meminta bantuan masyarakat internasional untuk ikut andil mendesak Israel menghentikan tindakan yang jelas melanggar hukum internasional tersebut.

"Eskalasi berbahaya Israel di kompleks Al-Aqsa adalah serangan terang-terangan terhadap tempat-tempat suci kami," ujar pejabat senior Palestina, Hussein Al Sheikh.

Untuk diketahui, selama Ramadhan, Al-Aqsa biasa dipenuhi puluhan ribu warga Palestina tiap harinya. 

Namun, Ramadhan tahun ini Israel melakukan pembatasan yang membuat warga Palestina tidak leluasa beribadah di Al-Aqsa, di antaranya yaitu dilarang masuknya pria Palestina berusia di bawah 40 tahun, dan keharusan memproses izin masuk untuk pria Palestina berusia di atas 40 tahun. (Disway)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: