Ustaz Khalid Basalamah Mengklarifikasi Isi Ceramahnya Soal Wayang Haram
Selasa 15-02-2022,19:20 WIB
Melalui unggahan video di Instagram @khalidbasalamahofficial pada Senin 14 Februari 2022, Khalid Basalamah mencoba minta maaf dan memberikan klarifikasi.
Menurutnya, ia sama sekali tidak menyebut kebudayaan
wayang di Indonesia
haram.
Ustaz Khalid Basalamah lantas berikan klarifikasi dengan membaginya dalam tiga bagian.
Bagian pertama, ceramah tersebut lingkupnya hanya dalam pengajian. ”Saya akan coba klarifikasi jawaban kami. Saya coba bagi menjadi tiga bagian saudaraku, seiman, juga sebangsa dan setanah air,” katanya.
”Yang pertama adalah lingkupnya adalah pengajian kami dan jawaban seorang dai muslim kepada penanya muslim,” ujarnya.
”Saya pada saat ditanyakan masalah
wayang, saya mengatakan alangkah baiknya dan kami sarankan, kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Dan tidak ada kata-kata saya di situ mengharamkan,” sambungnya.
Kemudian, ia menyebut jika ini hanya sebuah saran, jika memang ada tradisi yang sejalan tidak masalah. ”Saya mengajak agar menjadikan Islam sebagai tradisi, makna kata-kata ini juga kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam, tidak ada masalah dan kalau bentrok sama Islam ada baiknya ditinggalkan, ini sebuah saran,” tambahnya.
”Potongan yang kedua teman-teman sekalian pada saat penanya menanyakan bagaimana tobatnya dalang? Jadi pertanyaan ini kami jawab, ini mirip dengan sebenarnya lingkupnya kalau ada yang menanyakan bagaimana taubatnya seorang pedagang, seorang guru misalnya, disebutkan profesi,” ujarnya.
”Maka saya sebagai seorang dai muslim menjawab. Umumnya kaum muslimin dan setiap muslim umumnya akan merasa bahagia, senang, kalau diajak bertaubat. Dan memang jawabannya memang taubat nasuha, kembali kepada Allah dengan taubat yang benar,” sambungnya.
Ia juga membahas soal
wayang dimusnahkan. Khalid Basalamah menjawabnya dengan tenang. ”Potongan yang ketiga teman-teman sekalian, sangat berhubungan dengan jawaban saya terhadap potongan yang kedua tadi yaitu dimusnahkan.”
”Jadi kalau ada orang yang memang taubat, misalnya ini dia seorang dalang, kalau dia sudah taubat dia enggak mau lagi melakukan itu, maka mau diapakan
wayang-
wayang ini. Saya katakan untuk dia secara individu dimusnahkan, sebatas itu,” katanya.
”Saya sama sekali tidak berpikir atau pun punya niat untuk menghapuskan ini dari sejarah nenek moyang Indonesia atau misalnya menyuruh seluruh dalang-dalang bertaubatlah kepada Allah. Atau, misalnya semua yang harus dimusnahkan,” ujarnya.
”Anda mau melakukannya itu hak Anda, kami sedang ditanya, mohon maaf, lingkup taklim kami,” sambung dia.
Koordinator
Pepadi Wilayah Banyumas Raya Bambang Barata Aji di Banyumas mengatakan kalau hanya dinyatakan dilarang (dalam Islam), itu sudah biasa. ”Tapi dalam anak kalimat berikutnya ada ujaran 'lebih baik dimusnahkan', ini sangat menyakitkan kami,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Dikabarkan
Pepadi saat ini telah berkoordinasi dengan Ketua
Pepadi Provinsi Jawa Tengah dan Ketua
Pepadi Kabupaten Banyumas serta pelaku seni pewayangan di Kabupaten Banyumas untuk mengambil sikap atas pernyataan
Ustaz Khalid Basalamah tersebut.
(Antara/FIN/lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: