Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Ciamis Khawatir Wisata Ditutup

Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Ciamis Khawatir Wisata Ditutup

radartasik.com, CIAMIS - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ciamis sangat khwatir terkait akan diberlakukannya lagi PPKM, karena akan berdampak terhadap penutupan objek wisata seperti yang terjadi tahun kemarin.


Wakil Ketua Pokdarwis Kabupaten Ciamis Sandri Zulfikar mengatakan, saat ini sekolah-sekolah mulai akan diberlakukan lagi belajar tatap muka 50 persen. “Kami sangat khwatir akan diberlakukan kembali lagi PPKM di Ciamis dan bisa-bisa tempat wisata kembali ditutup kembali. Kalau ditutup tempat wisata banyak lagi pengangguran dari para pekerja wisata nantinya. Saya sangat khawatir kaya dulu lagi terpuruk banyak yang gulung tikar kembali,” paparnya.

Kata dia, diketahui di Ciamis ini kurang lebih ada 100 objek wisata, baik milik pemerintah, swasta atau wisata buatan atau religi juga. “Baru saja tiga bulanan berjalan normal akan menggeliat lagi, kalau ada PPKM akan kembali banyak yang gulung tikar lagi,” paparnya.

“Sejauh ini banyak objek wisata yang berbenah dan mengelurkan modal atau merintis kembali setelah lumpah karena PPKM. Nantinya modal belum balik sudah ada pemberlakukan PPKM dan harus ditutup, sehingga akan rugi besar lagi para pengelola objek wisata ini,” kata dia, menambahkan.

Menurut dia, penutupan kawasan wisata ini akan berdampak serius terhadap para pelaku usawa wisata dan termasuk pemerintah sendiri untuk PAD sektor pariwisata. “Saya berharap kepada pemerintah tidak ada pemberlakukan penutupan, bahkan dengan pemberlakukan 50 persen saja sudah rugi apalagi ditutup totoal,” sarannya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Budi Kurnia mengatakan, sejuah ini belum ada pemberlakukan PPKM di Ciamis karena menunggu surata edaran dulu. “Semoga saja tidak terjadi di Ciamis dan wisata tetap aman-aman saja, karena memang kalau terjadi penutupan kasian juga kepada para wisata di Ciamis dan bisa berdampak kepada PAD juga,” tuntasnya. (isr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: