Pembalap MotoGP Sudah Berdatang, Eh... Karang Taruna Blokir Jalan
Selasa 08-02-2022,19:20 WIB
Radartasik.com, LOMBOK — Pembalap MotoGP bersama timnya sudah berdatangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (7/2/2022). Mereka menggunakan pesawat carteran.
Kedatangan sejumlah pembalap bersama kru terbagi dalam dua kelompok penerbangan. Panitia langsung membawa para pembalap dan anggota tim yang telah tiba di tanah air ke sejumlah hotel untuk menjalani karantina selama 24 jam ke depan.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association Priandhi Satria mengatakan pembalap maupun tim harus menjalani karantina selama 24 jam sebelum dapat beraktivitas di paddock.
”Para pembalap baru akan melakukan track walk pada hari Kamis,” kata Priandhi Satria dalam keterangan pers, Senin (7/2/2022).
Dalam video live IG akun themandalikaGP, tampak sejumlah pembalap seperti Marc Marquez, Alex Marquez, Pol Espargaro, Darryn Binder dan Brad Binder mengantre mengambil bagasi di depan coveyor belt bandara. Marquez diajak berfoto sejumlah petugas bandara.
Sebelumnya, para pembalap telah merampungkan tes ofisial
MotoGP di Sepang pada 5-6 Februari. Dan, tes pramusim
MotoGP di
Sirkuit Mandalika bakal digelar pada 11-13 Februari 2022.
Sirkuit Mandalika akan menjadi pengalaman baru bagi para tim dan pembalap karena trek sepanjang 4,3 km itu untuk pertama kalinya masuk ke kalender
MotoGP tahun ini.
Sirkuit Mandalika dijadwalkan menjadi tuan rumah Grand Prix Indonesia pada 18-20 Maret 2022, setelah seri pembuka di Qatar pada 4-6 Maret.
Jalan Sempat Diblokir
Di lain sisi, riak-riak terkait pagelaran ajang balap motor paling dahsyat di muka bumi ini kembali bermunculan di tengah masyarakat.
Ratusan pemuda yang tergabung dalam wadah Karang Taruna Indonesia Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat, nekat melayangkan protes.
Selasa (8/2/2022), para pemuda itu memblokir jalan di depan
Sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus dan membakar ban di tengah jalan sehingga arus lalu lintas sempat macet beberapa saat.
Aksi itu sebagai bentuk protes kepada PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) maupun Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang tidak melibatkan pemuda setempat dalam ajang
MotoGP Mandalika.
Kemudian, massa aksi berangkat menuju Kantor ITDC untuk menyampaikan aspirasinya. ”Kami akan tetap melakukan protes, kalau kami tidak dilibatkan dalam ajang
MotoGP Mandalika ini,” kata Srianom dalam orasinya.
Srianom mengatakan sebagian petugas marshall memang merupakan pemuda Pujut, tetapi masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan ITDC dalam memberdayakan masyarakat lokal.
”Kami merasa kecewa kepada ITDC yang selama ini tertutup, tidak mau terbuka kepada masyarakat lokal,” kritik dia.
Kekecewaan yang lainnya disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Ketara Vena Supriadi. Vena mengatakan para marshall yang dipekerjakan di ajang
MotoGP Mandalika hanya digaji Rp 400 ribu. Mereka bekerja selama dua minggu.
”Artinya masih banyak peluang warga lokal untuk bisa diberdayakan dalam ajang
MotoGP ini. Kami banyak kemampuan tetapi tidak diberikan kesempatan bekerja,” kata Vena Supriadi.
Managing Director PT ITDC Bram Subiandoro mengatakan tuntutan para pemuda tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. ITDC akan mencari solusi terkait tuntutan warga.
”Kami akan diskusikan dengan pihak terkait apa yang menjadi aspirasi para pemuda ini,” janji dia. (antara/jpnn/lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: