Stok Hewan Ternak Makin Menipis
Radartasik, BANJAR – Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Banjar Agus Kostaman menyebut wabah PMK mempengaruhi pasokan barang. Pengiriman hewan ternak ke Kota Banjar dibatasi.
“Biasanya dua bulan sebelum hari raya kurban para bandar hewan sudah mulai mempersiapkan stok kebutuhan sapi ataupun ternak. Namun saat ini dengan adanya pembatasan hewan ternak masuk, mempengaruhi persiapan stok bagi para bandar,” katanya, Senin (16/5/2022).
BACA JUGA: Wanita Punya Dua Suami Diusir Warga Cianjur
Ia mengatakan belum ada solusi atas menipisnya stok hewan ternak sapi dan domba. Ia berharap kasus PMK segera berakhir.
“Semoga kondisi cepat teratasi dan bisa kembali mengambil pasokan dari luar daerah,” katanya.
Dampak wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menyerang ternak sapi, kambing dan domba juga dirasakan pelik para peternak. Salah satunya pengelola peternakan di Kota Banjar, Idi.
Idi mengatakan salah satu dampaknya yaitu kurangnya pasokan sapi hingga 60 persen.
“Bahkan, berkurang hingga 60 persen jika dibandingkan hari biasanya untuk persiapan hari raya kurban. Lantaran tempat pasokan barang yang biasanya diambil dari Jawa Timur, sekarang ini tengah dilakukan pembatasan, sehingga tidak bisa melakukan distribusi barang,” katanya.
Selain itu, jika mengambil pasokan sapi yang baru dikhawatirkan nantinya terdapat virus yang akan berdampak pada sapi yang lain. “Sekarang jangan ambil hewan dulu, jadi hewan ternak yang ada sekarang merupakan setok lama, sekitar dua bulan yang lalu. Kemarin juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Sejak adanya wabah PMK pasokan barang ke Kota Banjar menjadi terganggu. Ketersedian barang berkurang, hanya sekitar 150 ekor sapi yang tersedia di kandang.
Padahal, kata Idi, biasanya ketersediaan hewan ternak untuk pasokan persiapan Idul Adha bisa mencapai antara 400-500 ekor sapi. “Pasokan terganggu. Soalnya takut nanti kalau datang sapi yang baru bisa menular. Makannya belum mendatangkan sapi baru lagi,” ucapnya. (cep)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: