Proteksi Anak dari Cyber Bullying, UBSI Gandeng KPAD Gelar Pengabdian kepada Masyarakat

Proteksi Anak dari Cyber Bullying, UBSI Gandeng KPAD Gelar Pengabdian kepada Masyarakat


TASIK — Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Tasikmalaya mengadakan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan menggandeng Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya, Sabtu-Minggu (19-20/6/2021). Temanya Proteksi Bullying Anak pada Dunia Cyber.

Melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dosen UBSI Tasikmalaya memberikan sosialisasi dan pelatihan proteksi bullying anak pada dunia cyber. Acara dimoderatori oleh Kepala Prodi Sistem Informasi UBSI Deddy Supriadi MKom. Narasumbernya Ai Ilah Warnilah ST MKom yang juga dosen UBSI.

Dalam materinya, Ai menjelaskan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memproteksi anak dari tindakan bullying di dunia cyber antara lain menanamkan pengertian mendasar tentang bullying, membuat aturan penggunaan gadget serta ikut terlibat dalam aktivitas cyber anak. Selain memberikan pemaparan materi beliau juga memberikan pelatihan bagaimana menerapkan langkah-langkah tersebut dan memberikan beberapa tips untuk menghindari cyber bullying.

“Kita tidak bisa meniadakan cyber bullying tetapi kita bisa melindungi anak kita dari cyber bullying dengan menerapkan langkah-langkah yang tepat agar anak juga tidak merasa terkekang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, perkembangan yang pesat dalam teknologi internet menyebabkan banyak kejahatan di bidang teknologi informasi atau biasa disebut cybercrime atau computer-related crime yang semakin hari semakin marak di Indonesia. Salah satu bentuk cyber crime yang paling sering terjadi adalah cyber bullying.

”Cyber bullying dapat diartikan sebagai penggunaan teknologi internet untuk menyakiti orang lain dengan cara sengaja dan diulang-ulang,” katanya. Intimidasi ini tidak sembarangan akibatnya, tak jarang kematian menjadi akhir dari cyber bullying. Cyber bullying juga bisa diartikan sebagai bentuk intimidasi yang dilakukan untuk melecehkan korbannya melalui perangkat teknologi. Pelaku ingin melihat seseorang terluka, ada banyak cara yang mereka lakukan untuk menyerang korban salah satunya dengan mengirimkan pesan kejam dan gambar yang mengganggu lalu disebarkan untuk mempermalukan korban di hadapan orang lain yang melihatnya. Oleh karena itu perlu diadakan beberapa langkah untuk mengatasi kejahatan cyber bullying terutama bagi anak-anak. (na)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: