Dorong UMKM Desa Naik Kelas, Dosen Unsil Latih Warga Selasari Pangandaran Manfaatkan Ekonomi Kreatif Digital

Dorong UMKM Desa Naik Kelas, Dosen Unsil Latih Warga Selasari Pangandaran Manfaatkan Ekonomi Kreatif Digital

tim dosen dari Program Studi Akuntansi FEB Unsil Tasikmalaya saat memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan kepada pelaku UMKM di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. istimewa for radartasik.com--

PANGANDARAN, RADARTASIK.COM – Pelaku UMKM di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten PANGANDARAN, masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. 

Mulai dari keterbatasan akses digital, rendahnya keterampilan pemasaran, hingga minimnya pemanfaatan potensi ekonomi kreatif lokal.

Menjawab persoalan tersebut, tim dosen dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menggelar pelatihan dan pendampingan kewirausahaan melalui Program Pengabdian Berbasis Kewirausahaan (PPBK), Selasa 30 Juli 2025.

Ketua tim pengabdian, Wildan Dwi Dermawan, S.E., M.Ak., Ak., CA., menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bertahan dan tumbuh di tengah tantangan zaman.

BACA JUGA:Jabar Belum Dalam Kondisi Baik, Sekda Jabar Herman Suyatman: ASN Harus Bekerja Ekstra

“Banyak pelaku usaha desa yang belum mengakses pasar digital atau mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Di sinilah peran kami untuk membekali mereka dengan keterampilan ekonomi kreatif dan teknologi digital,” ungkapnya, Senin 4 Agustus 2025.

Kegiatan ini mengangkat tema Pemberdayaan Masyarakat Desa Selasari melalui Peningkatan Keterampilan Wirausaha Berbasis Ekonomi Kreatif dalam Mewujudkan Bisnis Berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen memberikan pelatihan berupa:

* Workshop pengembangan bisnis berbasis lingkungan.

BACA JUGA:PLN Buka Suara Soal PJU Padam di Tasikmalaya, Wewenang Pemeliharaan Ada di Dishub

* Pelatihan pemasaran digital lewat media sosial.

* Pendampingan pembuatan akun marketplace dan e-wallet.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan warga setempat mengikuti kegiatan ini dengan antusias. 

Mereka dilatih untuk memanfaatkan peluang ekonomi digital, sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal dalam pengembangan produk.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait