Wamenkes Prof Dante Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Syariah yang Holistik dan Inklusif

Wamenkes Prof Dante Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Syariah yang Holistik dan Inklusif

Wamenkes Prof Dante mendorong penguatan layanan kesehatan syariah yang holistik dan inklusif.-Kemenkes-

RADARTASIK.COM – Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono mendorong penguatan layanan kesehatan syariah yang tidak hanya unggul dari sisi medis dan teknologi namun mampu memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat membuka 6th International Islamic Healthcare Conference and Expo yang digelar oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia di Tangerang pada Rabu 6 Mei 2026.

Menurut Dante, pasien tidak hanya membutuhkan pengobatan dan tindakan medis ketika sakit namun rasa nyaman, penghormatan dan keyakinan bahwa layanan yang diterima sesuai dengan nilai yang diyakini.

Dia menilai kebutuhan spiritual masyarakat Indonesia menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Hal itu sejalan dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia sebagai masyarakat religius.

BACA JUGA: VinFast Luncurkan Mobil Listrik VF MPV 7, Tawarkan Skema Baterai Fleksibel

Dengan jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 87 persen, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat layanan kesehatan halal, baik bagi pasien dalam negeri maupun internasional. Karena itu, kesiapan penyediaan layanan kesehatan syariah secara menyeluruh perlu terus diperkuat.

Rumah Sakit Syariah Terus Berkembang

Dante menjelaskan, rumah sakit syariah hadir dengan konsep pelayanan yang lebih holistik, humanis dan berkeadilan. Kehadirannya menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang lebih inklusif.

Dia juga mengapresiasi perkembangan rumah sakit syariah di Indonesia. Hingga kini, sebanyak 24 rumah sakit telah memperoleh sertifikasi syariah yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

BACA JUGA: Ancaman Serius di Moto3: Veda Ega Pratama Punya Modal Kuat dari Jerez ke MotoGP Prancis 2026

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip agama ke dalam pelayanan kesehatan.

Dukungan Produk Halal di Sektor Kesehatan Diperkuat

Selain pengembangan rumah sakit syariah, Kementerian Kesehatan juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem produk halal di sektor kesehatan.

Sampai tahun 2026, sekitar 44 ribu produk farmasi telah memperoleh sertifikat halal. Untuk memperkuat pencapaian tersebut, Kementerian Kesehatan meningkatkan kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta industri farmasi nasional.

BACA JUGA: Cara Beli Hewan Kurban 2026 di Dompet Dhuafa, Ini Daftar Harga Kambing, Sapi hingga Unta

Dante menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan prinsip halalan thayyiban diterapkan di seluruh tingkatan pelayanan kesehatan.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem Kesehatan Syariah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: