Aset KAI di Kawasan Kiaracondong Disiapkan Jadi Hunian Vertikal TOD untuk MBR
Pemerintah menyiapkan kawasan Kiaracondong Bandung menjadi hunian vertikal berbasis TOD bagi MBR, terintegrasi transportasi dan fasilitas publik.-Google Maps-
RADARTASIK.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin meninjau lahan milik KAI di sekitar Balai Yasa Jembatan Kiaracondong, Bandung, Senin 6 April 2026.
Peninjauan ini menjadi tahap awal pemetaan aset KAI di Bandung yang direncanakan dikembangkan menjadi kawasan hunian vertikal berbasis TOD (Transit Oriented Development) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Maruarar Sirait menjelaskan pemerintah tengah menyusun perencanaan melalui tim gabungan yang melibatkan Kementerian PKP, KAI, Danantara dan Pemerintah Kota Bandung. Tim tersebut bertugas mengkaji aspek teknis dan tata ruang sebelum pembangunan dimulai.
Dia menegaskan program ini difokuskan untuk kepentingan masyarakat, dengan menyiapkan hunian layak dan terjangkau melalui perencanaan yang matang.
BACA JUGA: Harga Emas Turun Lagi Hari Ini 7 April 2026, Cek Rincian Lengkap Antam, UBS, dan Perhiasan
Konsep dasar kawasan dijadwalkan dipaparkan pada 25 April, termasuk integrasi fasilitas umum seperti layanan kesehatan, pendidikan dan tempat ibadah dalam satu kawasan.
Selain itu, pemerintah telah mengantongi komitmen awal dari sektor swasta untuk membangun sekitar seribu unit hunian melalui skema tanggung jawab sosial.
Lokasi pembangunan akan ditentukan bersama KAI agar selaras dengan rencana pengembangan aset perusahaan.
Sementara Bobby Rasyidin menyampaikan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat kecil.
Menurutnya, konsep TOD memungkinkan penghuni mendapatkan akses transportasi kereta api yang efisien dan terjangkau langsung dari lingkungan tempat tinggal.
Dia menambahkan kawasan tersebut tidak hanya menyediakan hunian vertikal namun akan dilengkapi ruang publik dan area usaha mikro guna mendukung aktivitas ekonomi warga.
Inventarisasi lahan ini menjadi bagian dari optimalisasi aset negara dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan operasional kereta api.
Peninjauan di kawasan Kiaracondong ini sekaligus menjadi dasar penyusunan penataan wilayah yang lebih tertib, terarah dan inklusif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: