Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat untuk P3TGAI di 12.000 Lokasi

Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat untuk P3TGAI di 12.000 Lokasi

Kementerian PU membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat untuk program P3TGAI 2026 di 12.000 lokasi.-Radartasik.com-

RADARTASIK.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) guna mendukung pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi alias P3TGAI 2026.

Program ini akan dijalankan di sekitar 12.000 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini berbasis padat karya.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menteri PU Dody Hanggodo menilai program padat karya seperti P3TGAI memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Infinix Xpad Edge: Tablet Ringan dan Fleksibel untuk Kerja yang Bisa Gantikan Laptop

Dia menjelaskan program ini dirancang agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas, sekaligus membuka peluang kerja, menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain dampak ekonomi, pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung juga dinilai mampu memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan infrastruktur.

Dengan pola swakelola, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam proses pembangunan.

Tugas dan Peran Tenaga Pendamping Masyarakat

BACA JUGA: iPhone 17 Pro Caviar Edisi 50 Tahun Apple: Mewah, Langka, dan Sarat Sejarah, Ada Edisi Khusus Steve Jobs

Seiring dengan perluasan cakupan program pada 2026, kebutuhan Tenaga Pendamping Masyarakat menjadi semakin penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal di lapangan.

TPM akan mendampingi kelompok petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), hingga Induk P3A (IP3A).

Pendampingan dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi sederhana, hingga pengelolaan administrasi kegiatan.

Selain itu, TPM bertanggung jawab menjaga kualitas pekerjaan, membantu penyusunan laporan, serta memberikan bimbingan teknis agar pengelolaan irigasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait