Soal Big Data, Roy Suryo: El-Be-Pe alias ‘Lu Bohong Pren’
Minggu 17-04-2022,01:00 WIB
Reporter:
|
Editor:
agustiana
Keengganan Luhut membuka big data makin menguatkan tudingan bahwa Luhut berbohong.
Menurut pakar telematika
Roy Suryo, keengganan Luhut Binsar Panjaitan membuka
big data makin menguatkan bahwa apa yang disampaikan Luhut Panjaitan ini bohong.
Sebab hingga kini, Luhut tak pernah mau mengungkap klaim tersebut, termasuk saat didemo mahasiswa ketika berada di Universitas Indonesia (UI) belum lama ini.
Klaim
big data soal adanya 110 juta warga menginginkan penundaan Pemilu 2024 sebagaimana disinggung Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, makin meragukan.
“Sejak pertama statemennya keluar (17/3), saya sudah sampaikan bahwa
big data yang disebut-sebut itu adalah big dusta,” tegas
Roy Suryo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/4).
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menilai, Luhut sama saja melakukan kebohongan luar biasa jika tidak bisa membuktikan omongannya.
“Kemarin adik-adik BEM UI juga sudah minta langsung, tetapi tidak bisa dijawabnya. Sekarang Ketua DPD secara tegas sudah juga menyatakan El-Be-Pe, alias ‘Lu Bohong Pren’. Ambyar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menuding Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan berbohong soal
big data.
“Jadi sudah saya sampaikan bahwa yang disampaikan oleh saudara Luhut Binsar Pandjaitan itu adalah bohong. Saya hanya menyampaikan itu bohong,” katanya di Jakarta, Kamis (14/4/2022).
Menurutnya, jika klaim
big data yang dimiliki Luhut terbukti salah, maka sikap pemerintah selanjutnya merupakan kewenangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan bukan urusannya lagi.
“Perkara dia di-reshuffle atau apa bukan urusan saya. Saya hanya mau sampaikan kepada publik jangan takut dan terpengaruh dengan berita bohong itu,” imbuhnya. (rmol/pojoksatu/fajar)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: