Wow, Crazy Rich Grobogan Bangun Jalan Miliaran Rupiah di Kampung Sebelum Mudik
Radartasik.com, GROBOGAN – Crazy rich asal Grobogan, Jawa Tengah, Joko Suranto, saat ini sedang jadi perbincangan warga dan netizen di jahat maya. Bukan lantaran sedang pamer harta dan kemewahannya, tetapi karena aksinya membangun jalan di kampung halamannya di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung.
Jalan yang dibangun Joko Suranto tersebut sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 4,5 meter dan cor beton setebal 20 cm.
Dana untuk pembangunan tersebut sepenuhnya menggunakan anggaran pribadi senilai kurang lebih Rp2 miliar.
Sosok Joko Suranto sendiri bukanlah sosok crazy rich yang tiba-tiba muncul. Pengusaha yang kini menetap di Bandung itu, merupakan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jawa Barat.
Ayah tiga anak ini, mendedikasikan pembangunan jalan tanpa APBD tersebut sebagai bentuk sedekah dan amal untuk kedua orang tuanya yakni Almarhum H Hasan Diharjo dan Hj Siti Naimah.
Atas pembangunan jalan tersebut, warga Desa Jetis pun semringah. Apalagi yang dibangun adalah jalan beton rabat bertulang. Mengingat selama ini, area tersebut jalannya selalu rusak.
Pasalnya, warga maupun Pemerintah Desa Jetis sudah berulangkali mengajukan ke Pemkab Grobogan, namun tak kunjung direalisasikan perbaikannya. Kalaupun ada hanya tambal sulam saja.
”Waktu pekerjaannya hanya 21 hari. Mulai 31 Maret sampai 20 April. Untuk mutu betonnya K 250. Kami melibatkan 25 orang dengan bekerja siang dan malam,” kata Jalu, kepada Radar Kudus, yang dikutip radarcirebon.com, Sabtu (16/4/2022).
Dia menargetkan, waktu lebaran hari raya Idul Fitri sudah bisa dinikmati warga untuk dilalui. Namun, untuk kendaraan tersebut baru kendaraan pribadi.
Sedangkan untuk truk bermuatan menunggu jeda dua minggu setelah pekerjaan selesai. Agar kondisi beton kuat.
”Insyaallah semua bisa sesuai dengan waktu dan jalanya akan jadi mulus,” ujarnya.
Kepala Desa Jetis Suharnanik mengatakan, pembangunan jalan Kabupaten di Desa Jetis merupakan bantuan dan amal jariyah dari adiknya yaitu Joko Suranto alias crazy rich Grobogan.
Sudah Lama Rusak
Dibangunya jalan tersebut merupakan inisiatif dari keluarga agar bisa membantu warga bisa menikmati jalan baik.
”Ini merupakan amal jariyah dari adek saya untuk bersedekah diberikan kepada kedua orang tua yang sudah meninggal. Yaitu almarhum Haji Hasan Diharjo dan Hajah Siti Naimah,” kata Suharnanik.
Dikatakan, pembangunan jalan Kabupaten mulai dibangun mulai Dusun Nampu, Desa Payaman sampai Desa Jetis dan Desa Telawah dikarenakan rusak berat.
Beberapa kali mengajukan pembangunan jalan ke Dinas PUPR dan Pemkab Grobogan belum mendapatkan hasil untuk segera dibangun.
Bahkan pengajuan dilakukan sampai empat periode kepala desa. Saat mendapatkan hanya tambal sulam. Saat kena hujan hancur lagi.
Bahkan, ketika musim penghujan datang maka jalan akan jadi rusak berkubang. Kemudian jalan jadi becek. Beberapa kali juga ada banjir kecil.
Pembangunan jalan terakhir 20 tahun lalu hanya aspal. Padahal jalan tersebut, merupakan jalan utama dari Desa Telawah, Desa Jetis, Desa Nampu sampai dengan Waduk Kedungombo dan Kecamatan Karangayung.
Berawal dari Rembukan Keluarga
”Setelah ada rembukan keluarga. Adek saya Joko Suranto membantu pembangunan sendiri dengan biaya secara penuh,” ujarnya.
Proses pembangunan sudah meminta izin dari Kecamatan, Koramil dan Polsek Karangrayung. Kemudian meminta izin kepada Bupati Grobogan.
Yakni pembangunan untuk membantu warga. Apalagi Desa tersebut mempunyai pasar ramai setiap hari. (yud/mun/radar kudus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: