Anda Ingin Mudik Tanpa Macet? Ini Saran dari Menteri Perhubungan, Bisa Dicoba
Sabtu 16-04-2022,19:00 WIB
Reporter:
|
Editor:
usep saeffulloh
Radartasik.com, Mudik Lebaran 2022 diperkirakan akan diikuti puluhan juta orang. Diperkirakan 85,5 juta orang mudik menggunakan moda transportasi darat.
Jika tidak ingin mengalami kemacetan,
Menhub Budi Karya Sumadi menyarankan agar para pemudik bisa berangkat lebih awal antara tanggal 25-27 April.
Apabila itu dilakukan maka diperkirakan bisa mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas, terlebih bagi pemudik yang melintasi
jalan tol.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh
Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau tol Jakarta-Cikampek bersama para stakeholder seperti Kakorlantas Polri, Badan Pengatur
Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Jasa Raharja, serta PT Jasa Marga, Jumat 15 April 2022.
"Kalau misalnya pulang ke Semarang tidak 8 jam, nah pulangnya jangan pas tanggal 28 (April), setelah itu. Apalagi menurut informasi cuti bisa diperoleh," kata
Menhub Budi Karya Sumadi dikutip dari laman PMJ News.
Pemerintah juga terus berupaya untuk melakukan antisipasi agar kemacetan parah tidak terjadi pada
lebaran tahun ini.
Beberapa kebijakan pemerintah di antaranya yakni adanya one way (satu arah), contraflow, dan ganjil genap di Tol Cikampek.
"Pertama simulasi kita menunjukkan, bahwa dengan adanya one way saja tidak cukup jadi harus dilengkapi dengan dengan ganjil genap. Oleh karenanya, kita akan mulai latihan simulasi dari tanggal 25 Januari jadi pas puncak itu mereka sudah lebih clear,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas dilakukan karena diperkirakan ada kenaikan 40 persen jumlah pemudik tahun ini.
"Kenaikannya itu bukan proporsional 40 persen dibandingkan 2019, bisa saja 60 persen, sehingga angka-angka itu lebih konservatif dan kalau kita konservatif maka tingkat keamanan
mudik berjalan baik," ucap
Menhub Budi.
Survei Balitbanghub menjelaskan bahwa sekitar 47 persen dari 85,5 juta orang diprediksi akan melakukan
mudik akan menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun angkutan darat (bus, angkutan penyeberangan, dan lain-lain).
Sedangkan jalur
mudik Bekasi-Semarang dan Merak-Bakauheni diprediksi akan mengalami kepadatan pada saat arus
mudik Lebaran 2022 ini.
Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas secara khusus pada jalur tersebut.
Menteri Perhubungan
Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan
Korlantas Polri, Badan Pengatur
Jalan Tol (BPJT), terkait dengan penyiapan skenario pengaturan rekayasa lalu lintas.
Menurutnya, sektor darat menjadi titik krusial dari penanganan kelancaran arus
mudik dan balik
lebaran.
Kemenhub kata Budi, telah memberikan diskresi kepada
Korlantas Polri untuk menetapkan skenario rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (
one way),
contraflow, ganjil genap, dan sebagainya, sesuai dengan kondisi kepadatan di lapangan.
"Pengawasan dan pengendalian dilakukan dengan humanis dan persuasif, karena sesuai arahan Presiden kita tidak akan melakukan penyekatan dan putar balik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis 14 April 2022.
Berdasarkan survei yang dilakukan Balitbanghub sekitar 47 persen dari 85,5 juta orang yang diprediksi akan melakukan
mudik akan menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun angkutan darat (bus, angkutan penyebrangan, dan lain-lain).
Budi menyebut akan terus meningkatkan koordinasi dan sosialisasi kebijakan
mudik tahun 2022.
Termasuk
Korlantas Polri dan Pemerintah Daerah, untuk memastikan ada kesamaan persepsi terkait syarat perjalanan, pengendalian lalu lintas, dan kebijakan lainnya.
’’Nanti kami akan lakukan rakor di Jabar dan Jateng yang diprediksi akan terjadi pergerakan yang masif karena menjadi daerah tujuan utama para pemudik,” ungkapnya.
Di sisi lain, Budi juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat, diantaranya yaitu, melakukan vaksinasi
booster untuk menjaga kesehatan sendiri maupun kesehatan keluarga yang akan dikunjungi, serta mengimabu masyarakat untuk tidak
mudik menggunakan sepeda motor karena membahayakan keselamatan.
Siapkan One Way dan Ganjil Genap Bersamaan
Skema pengaturan lalu lintas saat
mudik Lebaran 2022 terus dimatangkan pemerintah. Salah satunya dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas di tol Trans-Jawa.
Ada dua strategi yang bakal diterapkan. Yakni, jalur satu arah (one way) dan ganjil-genap nopol kendaraan.
Kebijakan itu diambil atas dasar kajian
Polri bersama para ahli di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.
Kajian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa arus lalu lintas di
jalan tol akan meningkat tajam pada masa
mudik.
Peningkatannya mencapai 47 persen atau sekitar 200 ribu kendaraan yang
mudik dalam waktu hampir bersamaan.
Jika skenario itu benar-benar terjadi,
Firman Santyabudi memprediksi arus lalu lintas tidak akan bergerak.
”Sehingga dibutuhkan manajemen kapasitas jalan. Yang paling sederhana itu menambah satu lajur atau yang kita kenal dengan
contraflow. Jika nanti masih kurang (tetap padat,
Red), maka kita akan melakukan one way dari arah Jakarta menuju timur,’’ jelas
Firman Santyabudi Rabu 13 April 2022.
Jika
one way diterapkan, otomatis masyarakat yang akan menuju ke barat atau ke arah Jakarta tidak dapat masuk ke
jalan tol.
Untuk menghindari kebingungan, kemacetan, dan pemborosan bahan bakar,
Firman Santyabudi mengimbau agar pemudik memperhatikan betul jadwal pemberlakuan
one way.
”Kapan dimulai, kapan diakhiri, sehingga bisa mengenali kapan
jalan tol tidak bisa dipakai,” jelasnya.
Sistem
one way itu akan diberlakukan bersamaan dengan ganjil-genap.
Firman Santyabudi mengimbau agar para pemudik memperhatikan nopol kendaraan masing-masing. Dengan begitu, pemilik kendaraan mengetahui kapan bisa menggunakan
jalan tol.
”Besar harapan kami, masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya, mengutip Jawa Pos, Kamis 14 April 2022.
Aturan teknis rekayasa lalu lintas itu dituangkan dalam surat keputusan bersama (SKB) yang ditandatangani Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, dan Kepala Korps Lalu Lintas Polri
Sesuai hasil pembahasan bersama, waktu pelaksanaan rekayasa lalu lintas dibagi menjadi dua periode. Pertama, H-4 hingga H-1
Lebaran untuk arus
mudik dari Jakarta ke arah timur. Kedua, H+3 hingga H+5 untuk arus balik ke arah barat atau menuju Jakarta.
Petugas gabungan yang dipimpin
Korlantas Polri akan menerapkan strategi
one way dan
contraflow sesuai dengan kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan.
(JawaPos / Disway)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: