Astagfirullah, Ada Tradisi Pernikahan Sedarah, Menko PMK Tegur Bupati
Selasa 05-04-2022,06:30 WIB
Meski sudah banyak warga yang diurai dan meluas ke luar Ponorogo, mereka yang menikah sedarah masih punya keturunan dan bisa jadi masih akan mewarisi tradisi negatif
stunting.
Dia menambahkan saat ini kasus
stunting di
Kabupaten Ponorogo sudah menurun hingga 20 persen. Untuk itu, pernikahan sedarah harus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah agar bisa menekan angka prevalensi
stunting.
”Ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah
Kabupaten Ponorogo supaya dipastikan kalau bisa di sini sudah harus nol persen
stunting, di wilayah yang dahulu dikenal sebagai kampung difabel,” tutur
Muhadjir Effendy.
Misalnya, Desa Krebet dan Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon
Kabupaten Ponorogo yang sebelumnya banyak keluarga melakukan pernikahan sedarah sehingga tidak jarang melahirkan keturunan yang difabel dan
stunting.
Pasalnya, kata mantan Mendikbud itu, di sana bertetangga saja kawinnya dan kebetulan pasangannya membawa gen yang tidak baik.
Namun, lanjut dia, saat ini sudah ada kesadaran dari warga untuk menghindari hal tersebut dengan mencari jodoh di luar desa.
”Saya kira itu salah satu solusi tidak terjadi kawin inses agar tidak terjadi turunan gen yang negatif,” imbuh
Muhadjir Effendy.
Persentase angka kemiskinan ekstrem di
Kabupaten Ponorogo saat ini sudah menurun hingga 3,74 persen. Menurut data yang dihimpun Kemenko PMK, dari total 955 lebih ribu penduduk di
Kabupaten Ponorogo, 90 ribu di antaranya merupakan penduduk miskin dan 86 ribu lainnya miskin ekstrem.
Menko PMK menitipkan kepada seluruh pemerintah daerah setempat untuk terus bekerja keras dalam menurunkan angka
stunting dan kemiskinan ekstrem.
(esy/jpnn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: