Pedagang di Pasar: Minyak Goreng Tidak Melimpah, Justru Distribusi Masih Berbelit
Jumat 11-03-2022,07:00 WIB
Reporter:
usep saeffulloh|
Editor:
Radartasik.com, Pedagang di pasar tidak sependapat dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang menyatakan bahwa stok minyak goreng di dalam negeri melimpah, sehingga seharusnya tidak ada kelangkaan di lapangan seperti saat ini.
“Kalau dibilang stok melimpah tidak juga. Jadi saya harus luruskan bahwa stok di pasar tidak melimpah,” jelas dia, Kamis (10/3/2022).
Dengan demikian, kata
Abdullah Mansuri, para pedagang mengambil barang saja sudah pada harga yang tinggi.
“Masih belum ada pemangkasan
distribusi dari pabrik langsung ke pasar,” tutur dia.
Atas hal itu, dirinya meminta agar pemerintah membuat kebijakan agar distribusi
minyak goreng tidak melalui distributor maupun agen. Sebab, itu sama saja dengan tidak melakukan apa-apa alias tanpa solusi.
“Karena memang rantainya masih ke distributor, mau tidak mau kita masih dengan kondisi yang sulit di lapangan. Kalau dibilang stok ada, kami membantahnya. Stoknya pun susah,” ujarnya.
Sebelumnya, Mendag
Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa stok
minyak goreng di Tanah Air melimpah. Berdasarkan kebijakan domestic market obligation (DMO), total
minyak goreng terhimpun mencapai 573.890 ton.
Dari total minyak sawit DMO itu, sudah terdistribusi 415.787 ton dalam bentuk
minyak goreng curah dan kemasan. Lutfi pun menuturkan bahwa jumlah yang terdistribusi tersebut melebihi kebutuhan konsumsi nasional masyarakat selama satu bulan, yakni di angka 327.321 ton.
“Karena memang rantainya masih ke distributor, mau tidak mau kita masih dengan kondisi yang sulit di lapangan. Kalau dibilang stok ada, kami membantahnya. Stoknya pun susah,” tutup dia.
Sebelumnya, Mendag
Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa stok
minyak goreng di Tanah Air melimpah. Berdasarkan kebijakan
domestic market obligation (DMO), total
minyak goreng terhimpun mencapai 573.890 ton.
Dari total minyak sawit DMO itu, sudah terdistribusi 415.787 ton dalam bentuk
minyak goreng curah dan kemasan. Lutfi pun menuturkan bahwa jumlah yang terdistribusi tersebut melebihi kebutuhan konsumsi nasional masyarakat selama satu bulan, yakni di angka 327.321 ton.
(jp)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: