Kemendag: Minyak Goreng Ada, Tidak Langka, Hanya Ada yang Mempermainkan, Kok Bisa Gitu?
Rabu 09-03-2022,13:30 WIB
Reporter:
usep saeffulloh|
Editor:
Sudah sekitar 3 bulan ini masyarakat mengeluhkan minyak goreng langka di pasaran. Masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng murah atau satu harga yang diprogramkan pemerintah.
“Pertama,
minyak goreng ini tidak
langka, tersedia,” terang dia dalam diskusi publik secara daring, Selasa (8/3/2022).
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.
Foto: Biro Humas Kemendag
Oke Nurwan mengatakan hal yang menjadi masalah di lapangan adalah masyarakat itu mencari harga yang murah, yakni sesuai harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp 14 ribu per liter. Namun, untuk ketersediaan
minyak goreng sendiri masih aman.
“Hanya masalahnya yang dituntut masyarakat itu mana yang Rp 14 ribu, mana yang Rp 13 ribu, mana yang Rp 11.500, kalau harga tinggi banyak, di mana-mana ada, ke pasar mana pun harga tinggi ada, pasti ada, online juga ada,” terangnya.
Apalagi, pihaknya terhitung sejak 14 Februari telah mendistribusikan sekitar 370 juta liter
minyak goreng ke semua provinsi. Sementara itu, rata-rata konsumsi nasional per hari adalah 20 juta liter, artinya kelangkaan ini tidak ada.
“Ini mau bulan ketiga, secara prinsip
minyak goreng yang beredar itu (ada), tapi ada yang mempermainkan, baik dari aliran (distribusi) dan harga,” tandas
Oke Nurwan.
Pemerintah Harus Perketat Pengawasan Distribusi
Kelangkaan
minyak goreng terjadi sejak Januari. Ketidaktersediaan salah satu bahan pokok di tengah-tengah masyarakat ini pun membuat harga
minyak goreng semakin melambung, bahkan sempat hampir menyentuh angka Rp 30 ribu per liter.
Mengingat hampir dua bulan harga minyak belum stabil, ini tentu membuat resah masyarakat dan bertanya-tanya. Apakah harga
minyak goreng akan tetap tinggi sampai
lebaran Mei mendatang?
Terkait hal itu, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno mengatakan bahwa kelangkaan ini mungkin saja terjadi sampai Hari Raya Idul Fitri 2022.
“Selama sistem distribusi seperti ini dan pengawasan tidak kuat, apalagi menjelang hari raya kebutuhan masyarakat kan juga meningkat, sehingga ini ada potensi terjadi kelangkaan,” kata dia, Jumat (4/3/2022).
Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa pemerintah perlu segera mengintervensi hal tersebut. Khususnya soal penyaluran
minyak goreng agar tidak berbelit-belit dan tepat sasaran.
“Jadi apa yang selama ini pemerintah sampaikan bahwa punya persediaan
minyak goreng yang banyak, sistem distribusi yang harus diawasi di lapangan. Kalau dilepas begitu saja tentu akan terjadi permasalahan di lapangan,” kata dia.
Diharapkan dengan sistem yang lebih simpel ini, menjadi pemicu perbaikan harga.
“Ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah, jangan sampai justru berlarut, ini kan bukan 1—2 bulan. Sudah cukup lama, kalau ada jalan keluar juga seharusnya sudah bisa diatasi,” tegas Agus. (jp)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: