Polemik Wayang, Begini Penjelasan Gus Baha
Kamis 17-02-2022,21:20 WIB
radartasik.com, JAKARTA — Sebuah video pendek memperdengarkan ceramah dari ulama Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha soal wayang.
Gus Baha menerangkan Sunan Giri menghukumi
wayang haram. Pada zaman itu, belum ada
wayang kulit, namun yang ada hanya
wayang tenghul yang berbentuk patung menyerupai makhluk hidup.
”Sunan Kalijaga itu saking inginnya berdakwah, sampai membuat
wayang thengul. Itu
wayang berbentuk orang. Sunan Giri tidak terima. Haram hukumnya membuat patung. Kalau membuat patung, nanti di akhirat disuruh berikan nyawa,” kata
Gus Baha dilansir video tersebut, Kamis (17/2/2022).
Gus Baha mengatakan pada awal masuk Islam di Nusantara, hanya ada
wayang thengul.
Wayang ini yang dilarang dalam Islam sebab berbentuk patung.
Namun,
wayang ini dipakai Sunan Kalijaga untuk sarana dakwah, tetapi diharamkan Sunan Giri. Sunan Kalijaga agak tidak tahu hukum (Islam) karena. Akhirnya, di tengah-tengah oleh Sunan Kudus yang lebih alim.
Sunan Kudus mengusulkan agar
wayang dibuat tipis hingga tidak menyerupai manusia.
Wayang ini
dipeokan saja, terus jadi
wayang kulit.
”Kalau
wayang tenghul itu berbentuk patung. Tapi, kalau rata seperti kulit, sudah tidak bisa kasih nyawa, orang sudah
penyet (tipis),” kata
Gus Baha.
Ceramah
Gus Baha tersebut direspons Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Sadat Hasibuan atau Gus Umar di Twitternya.
”Menurut
Gus Baha pendapat Sunan Giri bahwa
wayang haram. Sedangkan Sunan Kalijaga bolehkan dakwah dengan
wayang. Ada yang berani bantah
Gus Baha?” kata Gus Umar.
Dia menyayangkan beberapa pihak yang menyerang Ustaz Khalid Basalamah terkait
wayang. Padahal, Ustaz Khalid tidak mengharamkan
wayang. Lebih parah lagi, ceramah Ustaz Khalid dipolisikan.
”Mustinya pendapat Ustaz Khalid Basalamah balaslah dengan pendapat bukan marah-marah apalagi lapor polisi. Terima kasih
Gus Baha atas ilmunya,” katanya.
(FIN)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: