Polemik Wayang, Pepadi Cirebon: Ingat Pesan Sunan Gunung Jati

Polemik Wayang, Pepadi Cirebon: Ingat Pesan Sunan Gunung Jati

radartasik.com, CIREBON — Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Cirebon Elang Iyan Ariffudin menilai mestinya polemik wayang dimusnahkan tidak perlu terjadi.

Apalagi, menurut dia, seolah dikesankan bahwa wayang tidak sesuai dengan syariat Islam bahkan harus dimusnahkan ketika seorang dalang taubat.

”Satu keprihatinan atas kejadian tersebut, saya kira ustaz tersebut harus belajar sejarah peradaban Islam di Indonesia,” kata dia kepada radarcirebon.com, Kamis (17/2/2022).

Elang Iyan menyatakan andai ustaz tersebut mempelajari sejarah wayang di Indonesia, justru sejak lama sudah menjadi media syiar yang digunakan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga.

”Kenapa menggunakan media wayang? Karena di zaman itu, masyarakat masih menganut Hindu dan Budha. Tapi, tujuannya bagaimana syiar Islam itu berhasil,” katanya.

”Saya sangat tidak setuju sama sekali dengan adanya wayang dimusnahkan,” imbuh dia.

Elang Iyan menegaskan wayang juga sudah diakui sebagai budaya dunia dan diakui UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) tahun 2003. Bahkan, pada 7 November adalah hari wayang dunia.

Dia pun teringat pada salah satu pesan dari Sunan Gunung Jati, yakni rawaten, emanen, mulyaaken, maring pusakan.

”Ingat saja pesan dari Sunan Gunung Jati. Pusaka bukan hanya tosan aji, tetapi juga ajaran-ajaran termasuk wayang. Itu harus dijaga dan dilestarikan,” tegas dia.

Wayang sejak lama telah menjelma bukan lagi hanya tontonan tetapi juga tuntutan. Banyak pesan yang bisa dipetik dari cerita pewayangan.

Terkait adanya polemik tersebut, dirinya berharap agar menjadi pelajaran untuk semua juga menjadi motivasi para dalang untuk bangkit.

”Kita ambil hikmahnya statemen dari salah satu ustaz tadi. Untuk pelecut menjadi bangkit kembali,” katanya.

Sebagai bentuk keprihatinan atas polemik tersebut, Elang Iyan mengungkapkan pada 26 Februri 2022, Pepadi Cirebon akan melaksanakan pagelaran wayang kulit.

Pagelaran tersebut sebagai aksi bahwa wayang di Cirebon masih eksis. Ada beberapa dalang dari Kota dan Kabupaten Cirebon yang akan ikut ambil bagian pada kegiatan tersebut. (rdh)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: