Ombudsman Akan Validasi Kasus Mati Listrik dan Internet di Desa Wadas

Ombudsman Akan Validasi Kasus Mati Listrik dan Internet di Desa Wadas

radartasik.com, JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia meminta keterangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait padamnya listrik di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah usai kisruh pengukuran lahan.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah Siti Farida mendapat informasi awal bahwa ada pemadaman listrik pada 8 Februari atau setelah peristiwa pengukuran tanah di Wadas.

Dia menyebutkan dari keterangan PLN, padamnya listrik disebabkan gangguan teknis. ”Hal itu sebagaimana sudah mereka (PLN, red) publikasikan melalui siaran pers,” ungkap Siti Farida kepada JPNN.com, Jumat (11/2/2022).

Meskipun begitu, dia menjelaskan akan melakukan validasi keterangan PLN  tersebut. ”Kami tidak hanya mendasarkan keterangan dari satu pihak saja. Oleh karena itu, untuk memastikan validitas data dan informasi,” sambung dia.

Dia juga menjelaskan pihaknya akan mendatangi Desa Wadas guna mengonfirmasi keterangan tersebut. ”Senin (14/2/2022), kami akan mendatangi lokasi pemadaman listrik di Wadas. Sekaligus meminta keterangan dari pihak warga Wadas selaku pengguna layanan, sehingga diperoleh informasi yang berimbang dan valid,” jelas dia.

Ombudsman juga menyarankan agar PLN segera melakukan mitigasi terhadap kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan, termasuk di Wadas.

Jawaban PLN

Secara terpisah, PT PLN menepis tudingan adanya unsur kesengajaan padamnya listrik demi menghambat komunikasi warga di Desa Wadas, Bener, Purworejo.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Magelang Yunarsih menjelaskan PLN terus memastikan dan menjalankan tugasnya menjaga pasokan listrik ke pelanggan. Perseroan tidak terlibat dalam kegiatan di luar itu.

”PLN tidak bisa serta merta memadamkan aliran listrik tanpa alasan yang jelas, kecuali dalam keadaan darurat seperti bencana alam. Faktor lain yang menyebabkan listrik padam adalah gangguan,” ungkap dia saat dikonfirmasi JPNN.com, Jumat (11/2/2022).

Yunarsih mengatakan berdasarkan penelusuran di lapangan, pemadaman listrik yang terjadi pada 9 Februari 2022 di Desa Wadas akibat pohon bambu yang tumbang menimpa jaringan, pada pukul 10.20 WIB. Namun, dia menyebut gangguan telah berhasil ditangani petugas dan aliran listrik sudah kembali pulih. 

Dia mengaku upaya lokalisir tersebut memang terhambat akibat lalu lintas yang ramai dan padat di sekitar lokasi. ”Proses pencarian penyebab padam membutuhkan waktu yang lebih lama,” bebernya.

Yunarsih menambahkan dua hari sebelumnya, yaitu pada 7 Februari 2022 pukul 20.58 WIB juga terdapat gangguan yang disebabkan faktor binatang di lokasi yang sama. Namun, pukul 23.00 WIB PLN berhasil mengatasi dan langsung memulihkan aliran listrik.

Pada Selasa 8 Februari 2022 PLN tidak menerima informasi terkait padam listrik seperti yang diberitakan. ”Jadi, memang murni karena adanya gangguan dari alam, tidak ada unsur kesengajaan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan listrik yang andal kepada masyarakat,” ungkap dia.


Usai meminta keterangan dari PLN, Ombudsman Republik Indonesia akan memanggil PT Telkomsel perihal koneksi internet di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang mati setelah peristiwa pengukuran lahan Selasa (8/2/2022).

”Terkait gangguan jaringan komunikasi, kami baru akan meminta keterangan nanti sore,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah Siti Farida kepada JPNN.com, Jumat (11/2/2022). (jpnn/lan) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: