Data Bank Indonesia Diduga Bocor
Kamis 20-01-2022,18:00 WIB
”(PERINGATAN) geng Conti ransomeware mengumumkan ”
BANK OF
INDONESIA” masuk dalam daftar korban,” kicau akun @darktracer-int, dikutip Kamis (20/1/2022) siang.
Dalam postingan itu, DarkTracer turut mengunggah sebuah foto dari darkweb di mana menampilkan sejumlah file dengan nama corp.bi.go.id.
Disertakan pula keterangan bahwa terdapat 838 folder berisi
data, diduga
data BI dengan ukuran berkasnya mencapai 487,09 MB.
Sebelumnya, DarkTracer melaporkan sebanyak 40.629
data pengguna internet
Indonesia sudah terinfeksi beberapa malware Stealier, seperti Redline, Racoon, Vidar, dan sebagainya.
”502.581 kredensial pengguna yang mengakses domain .id
bocor dan didistribusikan di Dark dan Deep Web,” lanjut DarkTracer.
Sebagai informasi, Conti ransomware merupakan pelaku kejahatan siber yang menyebarkan ransomware untuk mengenkripsi
data dan menyebar ke sistem lain. Komplotan kejahatan siber ini diketahui berbasis di Rusia.
Sejumlah aksi kejahatan siber kelas kakap pernah dilakoni. Mereka dilaporkan pernah menyusup ke jaringan perusahaan perhiasan kelas atas Graff yang memiliki pelanggan seperti Donald Trump, David Beckham, Tom Hanks, dan Sir Philip Green.
JawaPos.com telah mengonfirmasi dugaan kebocoran
data tersebut kepada BI serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Namun hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan baik dari BI ataupun Kemenkominfo.
(JP/lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: