Ini Identitas Pria yang Menendang Sesajen di Gunung Semeru
Rabu 12-01-2022,05:00 WIB
Radartasik.com, LOMBOK TIMUR — Aparat kepolisian mengunjungi keluarga F di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Selasa (11/1/2022).
F merupakan pria yang diduga menendang dan membuang
sesajen di Gunung
Semeru Kabupaten
Lumajang Provinsi Jawa Timur pekan lalu.
Dalam pertemuan yang berlokasi di Lombok Timur, pihak kepolisian mendapat klarifikasi dari keluarga bahwa pria yang menendang dan membuang
sesajen di Gunung
Semeru itu adalah anak mereka.
Kepala Bidang Humas Polda NTB Komisaris Besar Polisi Artanto turut hadir dalam pertemuan tersebut. ”Pihak keluarga sudah menyatakan bahwa F ini memang betul dari keluarga mereka,” ujarnya.
Dari keterangan pihak keluarganya, F saat ini sedang menempuh program pendidikan sarjana di Yogyakarta.
”F ini lulusan madrasah tsanawiyah di Lombok Timur dan lanjut di madrasah aliyah di Yogyakarta. Sekarang sedang sekolah S-1 di salah satu universitas di Yogyakarta,” ucap dia.
Dia menegaskan Polda NTB dalam persoalan ini hanya menindaklanjuti hasil koordinasi Polda Jatim, mengingat persoalan tersebut kini berada di bawah kewenangan Polda Jatim.
”Jadi, kami dari Polda NTB sifatnya membantu, back-up dan Polda Jatim sudah menjumpai pihak keluarga (penendang
sesajen) di Lombok Timur,” tegas Artanto.
Sebelumnya, F viral di media sosial dengan aksinya dalam sebuah unggahan video sedang memakai rompi hitam dan berkomentar soal
sesajen di kawasan Gunung
Semeru.
Dalam video tersebut, ia terlihat membuang dan menendang
sesajen yang ada di hadapannya.
Atas unggahan video ini, Bupati
Lumajang Thoriqul Haq mengaku kecewa. Menurut dia, F seharusnya mengurus tugas sendiri dan tidak perlu melanggar nilai-nilai yang ada di masyarakat lokal sekitar Gunung
Semeru.
Seperti diberitakan sebelumnya, video F ini menimbulkan banyak reaksi masyarakat. Salah satunya, muncul dari putri sulung Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, dalam Twitternya @AlissaWahid.
Ia mencuitkan, ”mempersilakan kalau ada masyarakat yang yakin dengan
sesajen itu tidak boleh. Tapi, memaksakan keyakinan tersebut kepada yang meyakini itu tidak boleh.”
”Repot memang ketemu yang model-model begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja,” cuitnya. (ant/ket/JPNN/lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: